Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk dosen dan pendidik di universitas. Dalam rangka itu, diadakan Darul Arqam Dosen (DAD) selama hampir sebulan penuh.
DAD terbagi dalam 3 batch yang bertempat di Pusdiklat SDM UMM. Batch pertama pada 3-7 Juni, batch kedua dari tanggal 10-15 Juni, dan yang terakhir dimulai pada tanggal 24 sampai 28 Juni.
DAD diadakan bidang lima yakni pengembangan SDM, Al-islam, dan Kemuhammadiyahan yang berkolaborasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan UMM. Ada berbagai pendalaman materi dan wawasan yang disajikan.
Kepala Pusdiklat SDM UMM Zen Amirudin, S.Sos, M.Med.Kom., menuturkan, DAD ini diadakan secara periodik untuk semua dosen dan tendik UMM paling minim setahun sekali. Acara ini sebagai pembinaan di Muhammadiyah yang berorientasi pada pembinaan ideologi islam dan kepemimpinan.
“Tujuan acara ini untuk meningkatkan pemahaman keislaman, kesamaan dan kesatuan sikap, integritas, wawasan, dan cara pikir di kalangan anggota persyarikatan. Termasuk di para dosen UMM yang didorong untuk melangsungkan misi Muhammadiyah secara baik,” ujar Zen , Kamis (6/6/2024).
Zen menjelaskan, tujuan dari Darul Arqam dosen dan tendik adalah untuk memberi pemahaman kepada peserta tentang Muhammadiyah sebagai gerakan dan paham Islam berkemajuan. Kedua, membangun pemahaman dan kesadaran tentang Islam berkemajuan sebagai basis ideologi UMM.

“Tujuan ketiga untuk membentuk pribadi yang memiliki pemahaman dan kesadaran untuk berkhidmat dalam persyarikatan. Terakhir, membentuk peserta sebagai hamba Allah yang patuh dalam menjalankan tuntunan ibadah sebagaimana yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW,” lanjutnya.
Adapun tujuan DAD juga menjadi target capaian saat pelaksanaan Darul Arqam tersebut. Darul Arqam Dosen dan Tendik, menurutnya, sangat penting sebagai landasan ideologis atau core value dosen sebagai kader persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di UMM.
“Ini juga sekaligus meningkatkan skill dan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas mendidik para mahasiswa,” sambung Zen.
Terdapat lima materi yang disampaikan dalam proses DAD. Mulai dari kelompok materi ideologi Muhammadiyah, pengembangan wawasan serta keterampilan, materi sosial dan kemanusiaan, kepemimpinan dan organisasi, serta muatan lokal.
“Kami berharap program Darul Arqam ini tidak hanya diikuti oleh dosen, mahasiswa, atau tendik saja, tapi juga para karyawan dan warga di lingkungan amal usaha Muhammadiyah yang ada di UMM. Seperti misalnya seperti Rumah Sakit, SPBU dan atau unit lain,” tutupnya. [dan/beq]






