Pamekasan (beritajatim.com) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan menjalin kerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Pamekasan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penandatanganan MoU bertajuk “Sinergi Pelaksanaan Tugas dan Publikasi Layanan Masyarakat” dilakukan langsung oleh Kepala Kemenag Pamekasan, Mawardi, dan Kepala Kantor Imigrasi, Ahmad Muttaqin, di Ballroom Azana Style Hotel Madura, Jl. Jokotole No. 282, Pamekasan, Senin (20/10/2025).
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen untuk memperluas akses informasi dan mempercepat sektor pelayanan publik di bidang keagamaan, termasuk dukungan untuk persiapan pelaksanaan ibadah haji 2026 atau 1447 Hijriah,” ujar Kepala Kemenag Pamekasan, Mawardi.
Selain itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah positif dalam meningkatkan mutu pelayanan publik, terutama di masa transisi kelembagaan haji dari Kemenag Republik Indonesia ke Kementerian Haji dan Umrah.
“Kami berharap sinergi ini dapat menjadi contoh positif bagi kolaborasi pelayanan publik di daerah, terlebih di masa transisi kelembagaan haji,”
imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Pamekasan, Ahmad Muttaqin, menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi upaya nyata dalam mempermudah proses pembuatan paspor bagi calon jemaah haji.
“Imigrasi siap membantu melalui program jemput bola dan layanan kolektif agar jemaah tidak terbebani jarak maupun antrean,” tegasnya.
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Pamekasan, Abdul Halim, menambahkan bahwa MoU ini memuat sejumlah poin penting, antara lain pertukaran data dan informasi layanan publik, serta penayangan bersama publikasi program.
“Kami juga menunjuk pejabat penghubung dari kedua belah pihak. Kerja sama ini berlaku selama dua tahun dan akan dievaluasi secara berkala,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian penting dari kesiapan teknis penyelenggaraan haji tahun 2026 (1447 Hijriah). “Kami berharap dapat merealisasikan tri sukses penyelenggaraan haji dan umrah, meliputi sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses peradaban dan keadaban,” pungkasnya. [pin/kun]






