Pasuruan (beritajatim.com) – Perkelahian dengan sajam (senjata tajam) melibatkan 3 warga di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, belum ada tersangka. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Ipda Mardhania Pravita Santi menyampaikan, sampai saat ini, Jumat (3/2/2023), pihak kepolisian masih belum menetapkan tersangka.
“Iya masih belum ada tersangka,” jelas Vita singkat.
Sementera, Kapolsek Lekok, AKP Agung Sujatmiko memaparkan kedua belah pihak saling lapor. Keduanya mengaku mendapat kekerasan yang mengakibatkan luka berat.
Agung juga mengatakan, salah satu orang yang terlibat pertengkaran dengan sejam yakni Sugiantoro melaporkan Supardi setelah dia pulang dari rumah sakit pada Kamis (26/1/2023) lalu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Pasuruan”]
“Dalam laporan, Sugiantoro menyatakan bahwa dirinya yang telah dibacok oleh Supardi. Padahal, dirinya hendak menolong temannya,” jelas Agung.
Agung menambahkan dalam pengakuan Sugianto ini berbeda dengan Supardi. Supardi mengatakan dirinyalah yang dihadang dan diserang terlebih dahulu oleh Sugiantoro dan M Barham.
Jika kedua belah pihak saling melapor, tidak menjadi beban oleh pihak kepolisian. Nantinya, akan dibuktikan di gelar perkara yang menghadirkan kedua belah pihak.
“Kita masih mencari saksi yang bersikap netral yang bisa dimintai keterangan,” lanjut Agung.
Sebelumnya, tiga orang yang bertengkar dengan menggunakan senjata tajam. Kejadian ini terjadi di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (26/1/2023) lalu.
Diketahui dalam perkelahian ini diduga akibat dendam perbedaan pemilihan kepala desa. Sehingga mengakibatkan 3 orang menjalani perawatan yang serius dirumah sakit. [ada/beq]






