Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki anak berkebutuhan khusus seperti autis memang menjadi pekerjaan ekstra sabar dan tekun. Termasuk cara mengarahkan untuk menjadi seorang anak yang memiliki bakat.
Pesan ini disampaikan bapak tiga anak, Rudy Purwono, ayah dari Vincent Prijadi seorang pelukis berusia 18 tahun yang autis. Berkat ketekunan sang ayah, Vincent kini sudah bisa menjadi pelukis internasional. Bahkan, Vincent juga sukses menjadi desainer T-shirt.
“Jangan anggap anak autis itu tidak berguna, sebagai orang tua kita harus menerima kondisi sang anak salah satunya bagaimana kita mengarahkan dengan keterbatasan mereka menjadi seseorang yang memiliki sebuah karya. Meski kita tahu ini tidak mudah dan harus dihadapi dengan sabar,” ucap Rudy di Studio lukis pribadinya di Vint Autism Gwalk, Citraland Surabaya.
Di usia 5 tahun, Rudy beserta sang istri mulai mengarahkan bakat sang anak dengan memberikan fasilitas seperti bermain musik dan belajar bahasa mandarin. Ternyata pilihan terakhirnya adalah melukis.
Dalam keseharian, anak lelaki nomor duanya ini memiliki ketertarikan pada kereta api atau alat transportasi yang lain. Maka tidak heran, ratusan lukisan yang dimilikinya selalu menyisipkan ornamen kereta api, pesawat, rel, hingga kapal laut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”anak-autis”]
“Kita harus melihat bakat dia. Anak autis ini memiliki hal apa yang dia suka itu yang dikerjakan dan ditekuni kalau tidak suka ya mereka tidak lakukan,” imbuhnya.
Ketika 3 tahun pertama bisa menggambar dan melukis di atas kanvas, ia berani mengikuti perlombaan nasional. Bahkan ia juga pernah menjadi juara pertama di lomba lukis internasional di Amerika Serikat.
“Ini membuat kami sebagai orang tua bangga bahwa memiliki anak autis bukan menjadi suatu kendala untuk membuat mereka memiliki prestasi,” tegasnya. [way/but]






