Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Izin Batal Dicabut

Wali Santri Ponpes Shiddiqiyah Jombang Sampaikan Terima Kasih kepada Jokowi

Ponpes Majmal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Kecamatan Ploso Jombang

Jombang (beritajatim.com) – Pembatalan pencabutan izin operasional Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, disambut suka cita oleh wali santri. Mereka mengaku lega karena pesantren tempat anaknya menuntut ilmu dibolehkan beroperasi lagi.

Wali santri juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. “Tentu kami sangat lega dengan dibatalkannya pencabutan izin. Sehingga anak saya bisa mondok lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Jokowi dan Kemenag,” ujar Siti Sholihah, wali santri asal Banyuwangi saat berada di Ploso Jombang, Rabu (13/7/2022).

Siti mengungkapkan, tiga putranya menuntut ilmu di Pondok Pesantren Majmaal Bahrai Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Desa Losari Kecamatan Ploso dibawah asuhan Kiai Muchtar Mu’thi. “Selain sebagai santri, tiga anak saya juga menempuh pendidikan formal pesantren Shiddiqiyyah,” lanjutnya.


Selama ini, tidak ada ajaran yang menyimpang di pesantren tersebut. Bahkan pendidikan cinta tanah air sangat diutamakan. Menurutnya, tidak ada ajaran radikal di pesantren yang berada di Desa Losari Kecamatan Ploso tersebut. “Alhamdulillah anak saya bisa mondok lagi,” ujarnya.

Pernyataan senada diungkapkan Dilla Tussholihah, wali santri lainnya. Dilla memiliki empat anak yang saat ini menuntut ilmu di pesantren Shiddiqiyyah. Selama itu pula, anaknya diajari akhlakul karimah dan cinta tanah air. Oleh sebab itu, begitu mengetahui izin ponpes batal dicabut, Dilla sangat lega.

“Saya juga mengucapkan terima kami kepada Pak Presiden Jokowi dan Kemenag. Karena dengan pembatalan pencabutan izin tersebut empat anak saya bisa kembali menuntut ilmu,” ujar wali santri asal Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang ini.

Perasaan lega juga dikatakan Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyah (Orshid) Joko Herwanto. Dengan pembatalan pencabutan izin tersebut, kata Joko, aktivitas pendidikan di Pesantren Shiddiqiyah bisa berjalan normal. “Nasib anak-anak yang menempuh pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Shiddiqiyah tidak akan terganggu. Alhamdulillah izin Ponpes Shiddiqiyyah batal dicabut,” kata Joko.

Diberitakan sebelumnya. Kementerian Agama (Kemenag) membatalkan pencabutan izin operasional Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Agama (Menag) Ad Interim, Muhadjir Effendy, Senin (11/7/2022).

Sebelumnya, Kemenag mencabut izin pondok pesantren itu pada Kamis (7/7/2022) lantaran kasus pencabulan yang menjerat Moch Subchi Azal Tsani atau MSAT (42). Saat ini MSAT ditahan di Rutan Medaeng. Tersangka pencabulan ini disidangkan pada pekan depan.

MSAT merupakan anak dari Kiai Muchtar Mu’thi. Pada Oktober 2019, MSAT dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

Korban adalah salah satu santri atau anak didik MSAT. Selama penyidikan oleh Polres Jombang, MSAT tak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik. Kendati demikian MSAT telah ditetapkan sebagai tersangka pada November 2019.

Kasus ini kemudian ditangani Polda Jatim. Namun polisi ternyata belum bisa mengamankan MSAT. Upaya jemput paksa pun sempat dihalang-halangi jemaah pesantren setempat. MSAT lalu menggugat Kapolda Jatim. Ia menilai penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah. Namun gugatan praperadilan itu ditolak hakim.

Dia mengajukan ulang praperadilan di Pengadilan Negeri Jombang, setelah kalah dalam praperadilan pertama di Surabaya. Ada empat pihak yang menjadi termohon/tergugat. Di antaranya, Kepala Kepolisian Resor Jombang (Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang), Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim), serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jawa Timur).

Namun lagi-lagi upaya praperadilan tersebut ditolak oleh hakim PN Jombang. Praktis bola panas kasus ini berada di tangan polisi. Korps berseragam coklat akhirnya berhasil membekuk MSAT pada Kamis (7/7/2022) pukuk 23.30 WIB. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar