Magetan (beritajatim.com) – Sudah dua kali ini dalam setahun, turunan Jalan Lama Sarangan Magetan tepatnya kawasan Ngwolo Desa Dadi Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan memakan korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas.
Pihak Satlantas Polres Magetan pun menyatakan bahwa turunan mulai kawasan Sarangan sampai Ngerong itu tak direkomendasikan untuk perjalanan wisata. Baik roda empat dan roda dua.
“Jalan tersebut tidak direkomendasikan untuk warga yang berwisata. Hanya untuk warga yang bertani saja,” kata Kanit Gakkum Iptu Agus Suparno, Sabtu (16/9/2023)
Alasannya, baik warga yang dari arah Sarangan, bakal menemui turunan curam. Begitu pula sebaliknya yang adari arah Plaosan, bisa saja ada yang kesulitan menaiki tanjakan curam.
Dia mengharap wisatawan yang hendak ke Sarangan sebaiknya mengambil jalur yang lebih landai. Yakni, jalan baru yang melewati kawasan Telaga Wahyu. Jalan tersebut dianggap lebih aman daripada melalui jalur lama Sarangan.
Dua kali kejadian kecelakaan yang memakan korban jiwa terjadi di tahun ini. Kejadian pertama, ada 9 orang penumpang di Mobil Toyota Innova Reborn nopol S 1420 NR yang kecelakaan di Jalan Raya Sarangan-Ngerong Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Magetan Jawa Timur, Senin (24/4/2023) pukul 13.40 WIB. Dalam kecelakaan itu seorang wanita meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca Juga: Berdiri di Fasum, Tugu Silat di Panekan Magetan Dibongkar
Mobil itu dikemudikan oleh Abdul Habib (54) warga Desa Sedati, Ngoro, Mojokerto. Dia mengalami luka di bagian kepala belakang. Sementara penumpang yang meninggal adalah Sulistin (51) yang merupakan istri Abdul Habib
Rombongan wisatawan itu menaiki mobil Toyota Innova Reborn Putih nopol S 1420 NR. Diduga, pengemudi mobil tidak menguasai medan jalan yang curam. Pun, mobil itu lebih dulu menghantam pohon di kiri jalan namun bukannya berhenti malah kendaraan itu terbanting ke kanan dan sebagian badan mobil terjatuh di lahan warga.
“Saya melihat mobil itu menabrak pohon dulu kemudian terbanting ke kanan sampai nyaris nyemplung ke lahan warga. Ada yang meninggal satu. Ada juga penumpang yang masih anak-anak, tapi gak tau luka parah atau tidak. Kira-kira ada 7 kalau tidak 8 orang dalam mobil,” kata Suyatmo, saksi mata.
Terpisah, Kapolsek Plaosan AKP Joko Yuhono mengatakan jika pihaknya telah mengevakuasi seluruh penumpang terluka dan penumpang yang meninggal ke RSUD dr Sayidiman Magetan. “Jumlah penumpang 7 orang. Kami dan Satuan Lalu Lintas masih melakukan penanganan terhadap kejadian ini. Penumpang tadi ada satu yang meninggal dunia,” kata Joko Yuhono di lokasi kejadian.
Kejadian kedua, Dua pelajar SMP asal Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, meninggal dalam kecelakaan di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Motor yang mereka naiki menabrak pohon hingga masuk selokan.
Terungkap, ternyata motor Supra 125 nopol BM 6025 VN yang dikendarai MFM (13) dan ASK (13) pelajar asal Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar dalam keadaan mesin mati saat melaju turun dari Sarangan menuju Plaosan.
Si pengemudi, MFM, tak bisa mengendalikan laju motornya. Akhirnya dia dan rekannya menabrak pohon di pinggir turunan Jalan Lama Sarangan-Plaosan, masuk Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (14/9/2023) pukul 10.00 WIB.
Kejadian tersebut berawal saat keduanya bersama lima rekan satu sekolah bermain ke kawasan Sarangan. Mereka masih memakai seragam sekolah. Hampir semua pelajar itu tak memakai helm saat berkendara.
Usai puas jalan-jalan, mereka hendak turun melalui jalur lama. Diduga hendak mengirit bahan bakar, MFM yang membonceng ASK itu memilih mematikan mesin motor di turunan tajam tersebut.
Karena turunan semakin tajam, laju kendaraannya tak terkendali. Hingga motor yang dikendarai kedua korban itu menabrak pohon dan masuk selokan.
Dua remaja laki-laki itu meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di kepala. Keduanya pun dievakuasi ke ruang jenazah RSUD dr Sayidiman Magetan.
“Kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan Iptu Agus Suparno. [fiq/ted]






