Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Stok Solar Kosong, Nelayan di Kota Pasuruan Tak Bisa Melaut

Pasuruan (beritajatim.com) – Sulitnya mencari bahan bakar solar membuat nelayan di Kota Pasuruan tidak bisa melaut. Kesulitan itu terjadi dua minggu ini. Keluhan tersebut diungkapkan Gatot, Ketua Rukun Nelayan Kota Pasuruan.

Menurut Gatot, sebanyak 2.070 nelayan di wilayah Ngemplakrejo, Panggungrejo, Mandaran, Tambakan, Gading dan Ngaglik terkena dampaknya. “Sangat sulit. Itu semenjak SPBU Karangketuk tak menyediakan stok solar untuk nelayan. Sedangkan kebutuhan ribuan nelayan kota ini kalau dihitung sekitar 15 ton solar,” kata Gatot.

Gatot mengatakan, dua SPBU di Kota Pasuruan (SPBU Bugul dan Bakalan) kehabisan stok solar. Solar di dua tempat tersebut tak cukup untuk kebutuhan para nelayan. Gatot juga menjelaskan bahwa satu perahu membutuhkan 100 liter solar. Perahu itu akan di tumpangi oleh 8-10 orang. “Jadi gini, satu perahu aja isi 8-10 orang nelayan, dan satu perahu biasanya membuatuhkan 100 liter solar,” jelasnya.

Sementara itu, Sutrisno yang juga bekerja sebagai nelayan mengatakan, ketika tidak melaut, dia dan nelayan lainnya membenahi jaring dan bekerja serabutan. “Ini juga banjir rob, airnya di laut itu pusarannya besar, jadi jarang ada ikan, mending libur aja,” tandasnya.

Nelayan di pesisir Kota Pasuruan berharap agar pasokan di dua SPBU yang tersedia di Kota Pasuruan bisa menyediakan kurang lebih 15 ton solar setiap harinya. Tak hanya itu, para nelayan juga berharap cuaca semakin membaikĀ  [ada/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar