Banyuwangi (beritajatim.com) – Gunung Menyan di Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi bukan sekedar gunung biasa. Di balik keindahannya, ternyata gunung tersebut menyimpan sejarah panjang.
Mulai dari terbentuknya, hingga kini menjadi primadona para penggemar olahraga dirgantara, termasuk paralayang di Banyuwangi maupun berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Diambil dari berbagai sumber, Gunung Menyan merupakan bagian dari gunung api purba. Usia gunung ini sekitar 33 juta tahun.
Gunung Menyan Purba ini juga menyimpan banyak keindahan yang terpendam. Termasuk cerita mitos masyarakat yang melekat.
Sejak dijadikan salah satu spot untuk take off olahraga dirgantara, Gunung Menyan Purba semakin terekspos keindahannya. Keindahan sisa-sisa gugusan kaldera tampak dari udara. Termasuk asrinya panorama sekitar yang membungkusnya.
Terbang dengan paralayang di Gunung Menyan memberi pengalaman unik. Puncak gunung ini punya ketinggian 730 meter di atas permukaan laut.
BACA JUGA:
Main Paralayang di Gunung Api Purba Banyuwangi
Suasana indah perkampungan di bawahnya terekam indah kala terbang di atasnya. Potret kehidupan warga di Kalibaru yang notabene hamparan perkebunan dan riuhnya lalu lintas aktivitas transportasi dan perdagangan menjadi pemandangan yang memanjakan mata memandang.
Sehingga tak salah jika Gunung Menyan sangat cocok untuk olahraga yang ini. Tak hanya itu, Gunung Menyan yang pasti memberikan eksotisme tersendiri bagi penikmatnya.
Kini, Gunung Menyan menjelma sebagai surga baru bagi penggemar olahraga ekstrem ini. Banyak atlet yang menjajal venue di atas ketinggian tersebut.
Paling baru, gunung ini juga menjadi venue Banyuwangi Open, Liga Paralayang Jatim Seri 2. Selain menambah sisi prestasi, kegiatan tersebut juga mendongkrak potensi ekonomi bagi warga.
“Sport tourism seperti paralayang ini merupakan salah satu cara kami untuk memperkenalkan potensi destinasi Gunung Menyan yang menyuguhkan keindahan lanskap gunung purba dari ketinggian,” ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Menurut Ipuk, alasan diadakannya event seperti ini adalah sebagai pemacu semangat olahraga bagi para atlet. Di lain sisi, olahraga juga sebagai lifestyle.
BACA JUGA:
Sejarah Panjang Ritual Petik Laut Lampon Banyuwangi
“Geliat pariwisata, ekonomi warga dan event sport tourism seperti ini, pastinya juga membantu menggerakkan roda perekonomian daerah,” ungkapnya.
Di sisi hegemoni Gunung Menyan Purba yang kini menjadi venue olahraga, juga tersimpan sisi mitos di kalangan warga. Konon, cerita masyarakat gunung tersebut dipercaya sebagai salah satu tempat yang cukup sakral.
Di momen tertentu, banyak warga yang datang untuk melakukan ritual di lokasi sekitar Gunung Menyan. Bagi mereka yang percaya, segala doa dan keinginan bakal terkabul hanya cukup dengan membakar kemenyan di lokasi tersebut. [rin/beq]






