Peristiwa

Main Paralayang di Gunung Api Purba Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi kedapatan tempat menjadi salah satu venue kejuaraan olahraga Paralayang Jatim Seri 2 bertajuk Banyuwangi Open. Lokasi olahraga ekstrem ini berada di Gunung Menyan, Kecamatan Kalibaru.

Banyuwangi Open ini menjadi suguhan baru di Bumi Blambangan. Selain menunjukkan sport tourism yang berkembang, olahraga ini juga bagian dari mengenalkan keindahan alam Banyuwangi.

“Sport tourism seperti paralayang ini merupakan salah satu cara kami untuk memperkenalkan potensi destinasi Gunung Menyan yang menyuguhkan keindahan lanskap gunung purba dari ketinggian,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (20/7/2023).

Sekitar 80 atlet ambil bagian dalam ajang Banyuwangi Open Paralayang ini. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, Kalimantan Barat, Jawa Tengah hingga Sulawesi.

“Selamat datang di Banyuwangi. Selamat bertanding, tetap junjung tinggi sportivitas,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, alasan diadakannya event seperti ini adalah sebagai pemacu semangat olahraga bagi para atlet. Di lain sisi, olahraga juga sebagai lifestyle.

Baca Juga: Cara Nelayan Lampon Banyuwangi Syukuri Nikmat Sang Pencipta

Ada beberapa event Banyuwangi Festival yang membawa olahraga di dalamnya. Karena memang banyak dampak positif yang ditimbulkan dari kegiatan ini.

“Geliat pariwisata, ekonomi warga dan event sport tourism seperti ini, pastinya juga membantu menggerakkan roda perekonomian daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Banyuwangi, Aziz Hamidi, Liga Paralayang Jatim 2, Banyuwangi Open melombakan dua nomor lomba, yakni kategori pelajar dan umum. Untuk kategori pelajar, dibuka untuk kelompok usia 19 dan 21 putra dan putri.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk lebih memperkenalkan olahraga paralayang kepada masyarakat. Paralayang tergolong baru di Banyuwangi,” kata Aziz. (rin/ted)


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar