Blitar (beritajatim.com) – Rencana pembangunan monumen titik nol kilometer di alun-alun Kota Blitar menuai tentangan. Salah satunya datang dari Komunitas Blitar Tempoe Doeloe (Blitedo).
Komunitas Blitar Tempoe Doeloe (Blitedo) menilai lokasi monumen titik nol yang baru tersebut tidak tepat. Menurut Blitedo, seharusnya monumen titik nol kilometer dibangun di tempat yang awal, yakni berada di Jalan Merdeka Kota Blitar.
Lokasi titik nol Kilometer Kota Blitar sendiri berada di Jalan Merdeka. Jarak titik nol ini sekitar 150 meter arah barat Alun-alun Blitar. Titik nol berada di sisi utara jalan yang berseberangan dengan toko-toko lawas arah timur dengan Kantor Wali Kota Blitar
Dalam postingannya, Prabowo selaku pendiri fans page Blitedo menuliskan, Titik nol ini merupakan acuan atau marka tanah untuk menentukan jarak dari satu kota ke kota lainnya atau dari sebuah daerah ke daerah lainnya. Umumnya, tepat di titik nol ini ada bangunan, tugu atau patok untuk menandakannya. Penentuan ini sangat erat kaitannya dengan sejarah masa lalu kota tersebut.
Pemerintah Hindia Belanda mengacu pada tradisi Eropa dimana titik nol kota adalah kantor pos. Sedangkan acuan titik nol ini berbeda dengan yang diberlakukan di Amerika Serikat, dimana titik pusat kota adalah gedung kantor pemerintah.
BACA JUGA: Tugu Nol Kilometer Blitar Jadi Sasaran Vandalisme
“Titik 0 Kilometer Blitar berada di seberang jalan Toko Sepatu Bata dan di sebelah barat Toko Variety. Jika di Tarik garis lurus, maka sejajar dengan Kantor Pos Blitar. Sebagaimana diketahui, letak Kantor Pos Blitar tidak berubah sejak pendiriannya,” tulis Prabowo.
Secara fungsi tugu atau patok titik nol kilometer merupakan sebuah awal dimulainya penghitungan jarak dari Kota Blitar ke luar kota. Di patok tersebut juga dituliskan jarak antara Kota Blitar dengan Kota Wlingi sejauh 20 Km. Sementara jarak antara Kota Blitar dengan Surabaya berjarak 169 km.
Fungsi lain Titik Nol Kilometer adalah untuk memudahkan orientasi seseorang yang berada di dalam kota. Secara historis, penomoran jalan dulu juga berpatokan pada titik nol kilometer.
Sistemnya yakni semakin dekat dengan tugu maka nomor jalan semakin kecil. Sebaliknya, semakin jauh dengan tugu tersebut maka nomor besar.
“Dari pemikiran itu, maka kami BLITEDO berharap ada revisi penentuan lokasi Titik 0 Blitar ke tempat yang sebenarnya. Karena bukan Titik 0 namanya kalau dibangun tidak pada lokasi tepatnya,” kata Prabowo saat dihubungi, Sabtu (23/09/23).
BACA JUGA: Rekrutmen PPPK Kabupaten Blitar Dibuka, Ada Pengurangan Formasi di Dindik
Maka dari itu, Prabowo berharap Pemerintah Kota Blitar mengembalikan titik nol kilometer di tempat yang awal bukan justru membangun di tempat yang baru.
“Sejarah harus di tegakkan demi anak cucu. Nama, tempat, waktu dan fakta harus jujur dan tepat,” tandas Prabowo dengan hastag #titikOasliBlitar.
Sementara itu, Pemerintah Kota Blitar sendiri berencana membangun monumen titik nol kilometer. Namun lokasinya bukan disitu, melainkan di pojok barat alun-alun Kota Blitar.
Pembangunan titik nol kilometer yang baru ini masuk dalam rencana renovasi alun-alun Blitar tahap satu. Anggaran Rp.3,6 Miliar rupiah pun digelontorkan untuk membangun monumen titik nol kota yang baru dan mempercantik alun-alun.
Lantas, kenapa Pemkot Blitar tidak membangun atau merenovasi titik nol kota yang lama daripada membangun yang baru. Alasan utamanya yakni lokasi titik nol kota yang lama tidak memungkinkan untuk dibangun monumen yang lebih besar dan iconic.
BACA JUGA: Karaoke di Blitar Banyak yang Nakal, Malas Perbarui Izin OSS
Selain itu, lokasi tugu nol kilometer tersebut juga berada di luar aset Pemkot Blitar yang tidak bisa diubah keberadaannya. Maka dari itu Pemkot Blitar berencana untuk membangun monumen titik nol kota yang baru dan berada di sisi selatan barat alun-alun Kota Blitar.
“Kan titik nol yang lama tidak bisa dirubah to mas, jadi kami bangun di sisi selatan alun-alun disebelah barat, agar bisa menjadi icon Kota Blitar dan menambah daya tarik wisata,” kata Jajuk Indihartati, Kepala DLH Kota Blitar, Selasa (19/09/23) lalu.
Proyek renovasi alun-alun Kota Blitar tersebut saat ini telah memasuki tahapan persiapan pengerjaan. Proses lelang proyek sebelumnya juga telah dilakukan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar pun optimis proyek ini bisa selesai sebelum tahun 2023 berakhir.
“Proses lelang sudah kini tinggal pelaksanaan saja, selesai targetnya sebelum 2023 habis karena kan itu masuk anggaran 2023,” ucapnya. (Owi/nap)






