Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bakal membangun perlintasan kereta api di 2024. Rencana ini sebagai tindak lanjut terjadinya kecelakaan mobil tertabrak kereta api di Kecamatan Beji beberapa waktu lalu.
Kecelakaan mobil yang terjadi di Kecamatan Beji menjadi sorotan Plh Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron atau Gus Mujib. Dia mengatakan perlintasan kereta api tersebut hanya dijaga warga sekitar.
Bahkan palang pintu rel kereta api tersebut terbuat dari batang besi dengan bentuk sederhana. Sehingga di tahun depan Pemkab Pasuruan berencana membangun sejumlah perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
“Kami sudah mengirim surat namun untuk pendanaannya sendiri masih belum mempuni. Karena untuk membangun palang perlintasan kereta api satu aja bisa mencapai Rp1 miliar,” jelas Gus Mujib.
Rencananya Pemkab bersama beberapa pihak terkait akan melakukan pembangunan palang pintu kereta api. Namun pembangunan ini nantinya juga akan menunggu rekomendasi teknis.
Baca Juga:
LKPJ Bupati Pasuruan 2022, Komisi III Minta Pemda Buat Aturan Ketat Perizinan Industri
Gus Mujib masih belum bisa membeberkan berapa titik pembangunan palang pintu. Diketahui saat ini ada sekitar 58 perlintasan tanpa palang pintu di Kabupaten Pasurusn.
Gus Mujib juga mengatakan bahwa pihak pemda juga akan menganggarkan untuk biaya pembuatan palang pintu rel kereta api. Namun pastinya pihak pemda juga akan menakar kapasitas biaya yang akan di gelontorkan nantinya.
“Jadi kita nunggu rekomendasi dari Provinsi untuk pembuatan palang pintu rel kereta api. Tapi kita juga harus bisa menganggarkan, dan mengira-ngira berapa kekutan dari pemda,” timpalnya.
Baca Juga:
Onduline Manufaktur Indonesia Dirikan Pabrik di Pasuruan
Diketahui sebelumnya telah terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api Yonkav Beji. Kecelakaan tersebut melibatkan mobil rental milik warga Kecamatan Bangil.
Untungnya dalam kejadian tersebut pengemudi moobil Xenia selamat hanya mengalami luka di bagian lengan dan telinga. Korban yang berhasil dievakuasi kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Masytho Bangil. [ada/beq]






