Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Niat Betulkan Kabel PJU, Seorang Pria Malah Tersengat Listrik di Depan Pabrik Pocari Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Jasad seorang pria tergeletak di depan pabrik Pocari. Diketahui pria yang terbujur kaku di pinggir jalan ini kesetrum saat membenarkan kabel PJU yang menjuntai kebawah Senin pagi (20/12/2021), pukul 05.00.

Pria yang bernama Nawawi yang berusia 61 tahun warga asal Desa Pukul, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan itu, mulanya ingin menyingkirkan kabel yang menjuntai di pinggir jalan raya Pasuruan-Malang. Namun, naas bukannya malah terpinggirkan Nawawi malah tewas ditempat karena tersetrum kabel.

Mendapati laporan dari warga, polisi dari Polsek Kejayan pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Setelah mendatangi lokasi polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami dapat laporan dari masyarakat, menginformasikan ada orang tewas kesetrum dan tergeletak. Jasadnya berada di depan pabrik perusahaan Pocari di km 11 jalan Pasuruan-Malang,” ujar Teguh, salah satu anggota Polsek Kejayan.

Berdasarkan laporan warga, awalnya korban sedang berjalan-jalan pagi di sekitar area Pabrik Pocari Sweat. Sesampainya di TKP, Nawawi melihat kabel yang terjuntai dan menyentuh tanah.

Pria yang bekerja sebagai pegawai swasta itu berinisiatif untuk menyingkirkan kabel agar tidak mengganggu pengguna jalan raya. Nahasnya, pada saat memegang kabel tersebut ternyata ada aliran listrik dan korban tewas kesetrum hingga meninggal dunia di tempat.

“Kami lihat tangan korban memegang kabel. Kami evakuasi dulu bersama petugas PLN untuk melepas kabel yang melilit korban,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak PLN memastikan jika masih ada aliran listrik pada kabel Telkom yang dipegang korban. “Dan setelah dicek benar ada aliran listrik dari kabel yang menjuntai ke bawah. Kemungkinan tidak sengaja dipegang korban,” ungkapnya.

Kini jasad korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara pihak Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan kelalaian dari pihak terkait, yang membahayakan para pengguna jalan itu. “Akan kami selidiki lebih lanjut terkait konstruksi masalah dan penyebabnya seperti apa,” ujarnya. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar