Peristiwa

Ngoro Dikepung Banjir, Pacet Diterjang Longsor

Longsor di Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tak hanya pohon tumbang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto, akibat hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan banjir dan tanah longsor. Banjir terjadi di Kecamatan Ngoro dan merendam puluhan rumah, sementara tanah longsor terjadi di Desa Cembor, Kecamatan Pacet.

Kepada Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, berdasarkan pantauan aplikasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda di wilayah Kabupaten Mojokerto diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai dengan angin kencang.

“Banjir yang terjadi Dusun Donorejo, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro akibat luapan Sungai Janjing. Sedikitnya 75 rumah warga tergenang air banjir dengan ketinggian sekitar 30 cm, sementara di jalan ketinggian air sekitar 80 cm. Sedangkan di Jalan Raya Jasem – Krembung, air dengan ketinggian 30 cm,” ungkapnya, Rabu (3/2/2021).

Sementara, lanjut Zaini, area persawahan seluas 1,5 ha terendam air banjir DAM Sukoanyar dan Jembatan kayu penghubung Desa Jasem dan Desa Kembangringgit tersumbat material sampah. Akibat sampah rumpun bambu tersebut menyebabkan banjir di jalan dengan ketinggian sekitar 40 cm.

“TRC BPBD Mojokerto langsung melakukan assasement dan pendataan warga terdampak dibantu oleh perangkat desa setempat dan sekira pukul 21.00 WIB, air banjir mulai surut perlahan. Sementara tanah longsor terjadi di Jurang Gembolo Desa Cembor, Kecamatan Pacet,” jelasnya.

Zaini menambahkan, material longsor berupa tanah dan bebatuan setinggi 10 meter dan lebar 4 meter menutup sebagian akses jalan. Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto dibantu TNI/Polri, Perhutani, UPT Tahura R Soerjo dan potensi relawan mengevakuasi material longsor.

“TRC BPBD Kabupaten Mojokerto bersama instansi terkait dan potensi relawan mengevakuasi material longsor. Sekira pukul 21.00 WIB masih dilakukan proses evakuasi material longsor, karena evakuasi dilakukan petugas secara manual,” tegasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar