Peristiwa

Kampung Miliader di Tuban, 90% Warga yang Terkena Pembebasan Lahan Beli Mobil Baru

Suasana Kampung Miliader Desa Sumurgeneng, Kec Jenu, Tuban, satu rumah terdapat dua mobil di garasi

Tuban (beritajatim.com) – Dampak dari pembebasan lahan untuk kebutuhan proyek Pertamina Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Minyak Tuban, ratusan warga dari Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang sehari-hari sebagai petani, kini menjadi miliader dadakan sehingga desa tersebut saat ini dikenal sebagai Kampung Miliader, Rabu (17/2/2021).

Kampung yang terkena pembebasan lahan untuk proyek Pertamina tersebut menjadi viral setelah sejumlah warga secara bersama-sama membeli mobil dan diantarkan di kampung mereka. Sedikitnya, terdapat 90% persen warga Desa Sumurgeneng yang telah menerima uang pembayaran pembebasan lahan tersebut langsung membeli mobil baru.

Data yang dihimpun beritajatim.com, sampai dengan sejauh ini terdapat sebanyak 176 kendaraan mobil baru berbagai merk yang telah dibeli oleh warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Tak tanggung-tanggung dari mereka yang mendapatkan uang miliaran rupiah itu ada yang membeli mobil langsung tiga unit.

“Hampir 90% warga yang telah mendapatkan pencairan untuk pembebasan lahan itu untuk membeli kendaraan. Ada satu orang yang juga langsung beli tiga,” terang Gihanto, selaku Kepala Desa (Kades) Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban saat dikonfirmasi terkait desanya yang viral itu.

Selain untuk membeli kendaraan mobil dengan harga ratusan juta itu, sejumlah warga yang telah mendapatkan uang rata-rata Rp 8 miliar itu juga telah menggunakan uangnya itu untuk kembali membeli tanah. Sebagian mereka telah membeli tanah di luar Desa Sumurgeneng sebagai ganti dari lahan pertanian yang dibeli untuk kebutuhan proyek nasional Kilang Minyak Tuban itu.

“Untuk yang uangnya kembali dibelikan tanah itu ada sekitar 75%. Dan yang digunakan untuk membangun rumah atau renovasi rumah itu ada sekitar 50% warga,” lanjut Kades Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban.

Sementara itu, untuk warga yang melakukan investasi dengan membuka sendiri jumlahnya masih sangat minim meski mereka telah mendapatkan uang pencarian dari pembebasan lahan itu. Pasalnya, pada dasarnya warga Desa Sumurgeneng itu merupakan petani, sehingga sebagian besar mereka lebih memilih untuk kembali bertani.

“Warga saya ini tidak neko-neko, jadi untuk yang digunakan investasi di bidang usaha itu masih sangat minim. Mereka sangat ulet menjadi petani tulen,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan Desa Sumugeneng, Kecamatan Jenu, Tuban itu menjadi viral setelah mereka memborong belasan mobil baru dan diantarkan mobil Towing serta dikawal pihak kepolisian. Desa tersebut dijuluki menjadi kampung miliader setelah ratusan warga mendapatkan uang pembebasan lahan yang jumlahnya tertinggi mencapai Rp 26 miliar untuk satu warga.[mut/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar