Jemher (beritajatim.com) – Kereta Api Eksekutif Pandalungan dengan rute Kabupaten Jember – Jakarta resmi beroperasi, Kamis (1/6/2023). Kereta api itu dengan delapan rangkaian gerbong itu mengangkut 530 orang penumpang, 250 orang di antaranya berangkat dari Stasiun Jember, Jawa Timur.
Peresmian operasional KA Pandalungan ini dilakukan oleh Bupati Hendy Siswanto dan Director of Commerce PT Kereta Api Indonesia (Persero) Hadis Surya Palapa dengan disaksikan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
KA ini akan diberangkatkan setiap hari, dari Jember pada sore hari dan tiba di Jakarta subuh keesokan harinya. Dari Jakarta diberangkatkan pada malam hari, sampai di Jember sekitar jam 10 pagi keesokan harinya. Hadis mengharapkan dukungan pemerintah daerah. “Sehingga jam keberangkatan yang tadinya satu hari satu kali bisa bertambah. Bisa pagi, bisa sore. Mudah-mudahan,” katanya.
Hadis senang melihat jumlah penumpang dalam keberangkatan perdana pada pukul 15.00 WIB ini. “Biasanya kalau volume tercapai, tentu keuntungan ada di situ. Mudah-mudahan ini bertahan sustain dan cukup lama, sehingga fasilitas dan kenyamanan bisa kita pertahankan dan tingkatkan,” katanya.
Namun, Hadis menegaskan bahwa kalkulasi bisnis bukan jadi alasan utama mengoperasikan kereta ini. Pilihan membuka rute baru di Jember tak lepas kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi massal yang aman, cepat, terukur, dan terjangkau.
PT KAI sudah merencanakan pembukaan rute ini sejak tahun lalu. “Jember ini membutuhkan sistem transportasi yang betul-betul direct bisa menjangkau ibu kota, tanpa harus berhenti dan naik turun (di tengah jalan),” kata Hadis.
“Kereta Api Pandalungan merupakan suatu terobosan. Kami mencoba memberikan opsi kepada masyarakat Jember untuk bisa mengakses ibu kota Jakarta, langsung melihat Monas, tanpa pemberhentian di stasiun-stasiun kereta api lainnya. Dari Jember, kita tinggal duduk. Sampai pada pagi hari, kita bisa melihat Monas. Bukan di Jatinegara, di Bekasi, bukan di stasiun-stasiun lain, tapi langsung di Monas,” kata Hadis.
Hadis mengatakan, PT KAI terus berbenah. “Tahun 2022 kami melakukan perubahan besar-besaran terhadap fasilitas infrastruktur yang kami miliki. Banyak kemajuan yang bisa kami raih secara teknis, sehingga pada akhirnya berdampak meningkatnya fasilitas pelayanan kereta api kepada pelanggan,” katanya.
Tahun lalu, perjalanan Surabaya ke Jakarta dengan Kereta Api Argo Anggrek memakan waktu sembilan jam. “Tapi dengan perbaikan-perbaikan yang kami lakukan, bisa delapan jam. Kemudian Jakarta-Yogyakarta yang dulu tujuh jam, sekarang bisa kita tempuh enam jam,” kata Hadis.
Perbaikan-perbaikan itu dikumpulkan dan dibakukan dalam standar operasional prosedur yang disebut Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api). “Pada 1 Juni ini kami berlakukan Gapeka baru. Dengan Gapeka baru ini banyak kelebihan yang bisa kami capai, termasuk bertambahnya kemampuan kami menciptakan kereta api baru,” kata Hadis.
Pandalungan bukan satu-satunya kereta api baru yang diluncurkan pada 1 Juni 2023. Hadis mengatakan, ada lima kereta baru yang diluncurkan seluruh Indonesia. “Hanya karena kami memperbaiki infrastruktur yang kami miliki. Kami tidak beli kereta, tidak memperbaiki kereta yang sudah rusak, tapi memperbaiki infrastruktur,” katanya.
Tahun ini, PT KAI meluncurkan produk-produk berteknologi tinggi. “Kami akan meluncurkan kereta api cepat Jakarta-Bandung pada Agustus 2023. kalau kereta api biasa, (perjalanan memakan waktu) hampir tiga jam. Kalau kereta api cepat, Jakarta-Padalarang hanya 26 menit,” kata Hadis.
PT KAI juga akan meluncurkan Light Rail Transit atau kereta api ringan pada Agustus mendatang dengan rute Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi tanpa masinis. “Inilah milestone yang kami siapkan,” kata Hadis. [wir]






