Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati HUT ke-78 TNI, Kodim 0812 Lamongan bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan paket nutrisi. Bantuan ini diberikan untuk anak asuh stunting di Balai Desa Mekanderejo Kecamatan Kedungpring, Lamongan.
Menurut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, percepatan penurunan angka stunting masih menjadi persoalan bersama. Oleh sebab itu, diperlukan aksi-aksi nyata untuk mencapai target 14 persen pada tahun 2024, salah satunya dengan pemberian makanan tambahan dari orang tua asuh.
“Perlu adanya aksi nyata, melalui sosialisasi supaya pola asuh yang diberikan ini benar, ibu-ibu diberikan pengetahuan bagaimana mengasuh anak, dan juga adanya tambahan makanan bergizi agar bisa segera ditangani. Salah satunya dengan pemberian tambahan yang diberikan persip ibu-ibu Kodim 0812,” kata Bupati Yuhronur, Kamis (5/10/2023).
Diketahui, bantuan paket nutrisi yang disalurkan pada baksos tersebut yakni sebanyak 19 paket untuk bayi dan balita stunting. Selain itu, melalui program 1-10-100 yang dipelopori Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, 19 anak stunting di Desa Mekanderejo telah tercover dan mempunyai orang tua asuh.
“Pak Kades, Bu Kades selaku penggerak PKK di desanya ini, saya mengharapkan perhatiannya, untuk bisa lebih memperhatikan lagi, lebih perhatian lagi, istilahnya kalau di Jawa lebih ngopeni lagi, terhadap bayi-bayi yang hari ini mengalami stunting,” tandas Yuhronur.
BACA JUGA: Beda Kaos Perguruan Silat, Pemuda Lamongan Bikin Rusuh di Gresik, Dipenjara
Orang nomor satu di Lamongan ini juga menegaskan bahwa pengentasan stunting saat ini dapat memberikan dampak pada terwujudnya generasi emas tahun 2045. “Mari kita wujudkan generasi emas yang berbudi pekerti luhur, bermental kuat, serta berfikir cerdas dan pintar,” imbuhnya.
Sementara itu, Mayor Chb Heroe Goeetojjo (Kasdim 0812/Lamongan) saat mewakili Kodim 0812 Lamongan mengatakan, bakti sosial (baksos) yang diselenggarakan tersebut sebagai bentuk dukungan Kodim 0812 Lamongan untuk mendukung program pemerintah daerah sekaligus sebagai tanggung jawab moral.
“Kodim mendukung sekali pemerintah daerah dalam rangka meminimalisir pergerakan anak stunting. Kedepan diharapkan tidak ada lagi bayi balita di Lamongan yang stunting, karena program pemerintah untuk menbentuk generasi emas tahun 2045 itu perlu kita dukung,” jelasnya.
“Maka dari itu apabila anak-anak kita, generasi saat ini, mengalami kekurangan gizi atau stunting ini akan sulit digapai,” pungkasnya. [riq/nap]






