Sleman (beritajatim.com) – Kabupaten Sleman menargetkan mampu turunkan angka Stunting secara mandiri. Salah satu usaha penurunan angka stunting dengan swasembada telur ayam ras yang berfungsi untuk peningkatan gizi masyarakat luas.
Berdasarkan data, jumlah produksi komoditas telur ayam di Sleman mencapai 14.527,5 ton. Dengan potensi yang besar ini maka komoditas telur ayam di Sleman layak dikembangkan menjadi pertanian sehat khususnya untuk komoditas telur ayam ras.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono Kamis (28/9/2023) menuturkan pihaknya berharap agar Pencanangan Kawasan Pertanian Sehat Komoditas telur ini benar-benar dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas telur ayam ras sehingga dapat menghasilkan produk sehat yang dapat meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.
“Dimulai dari komoditas telur ini, diharapkan juga dapat mencukupi kebutuhan protein hewani masyarakat sehingga sangat mendukung upaya kita dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sleman” bebernya.
BACA JUGA:
Mahasiswa Universitas Jember Manfaatkan Tulang Ikan untuk Cegah Stunting di Pesisir
Sementara itu, mengatakan Kabupaten Sleman memiliki potensi pertanian pada komoditas ayam ras yaitu populasi ayam ras petelur sebanyak 1.850.433 ekor dengan jumlah produksi 14.527,5 ton dari 184 pengusaha.
Oleh karenanya, diperlukan pencanangan Kawasan Pertanian Sehat untuk memberikan komoditi pangan hewani yang sehat, lingkungan yang lestari dan produk yang aman dikonsumsi.
“Kedepan Sleman harus bisa menyediakan makanan sehat bagi warganya. Produk pertanian harus sehat, dibudidayakan secara sehat dan menggunakan bahan yang tidak berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya
Ia menambahkan dalam mewujudkan pertanian yang sehat khususnya untuk komoditas telur ayam ras maka dibutuhkan peternakan-peternakan ayam petelur yang sehat yaitu dengan menerapkan biosecurity 3 zona.
BACA JUGA:
Pemkot Kediri Libatkan Guru PAUD dalam Penurunan Stunting
Biosecurity 3 zona adalah zona merah, zona kuning, dan zona hijau dalam upaya mencegah masuknya bibit penyakit kedalam suatu areal peternakan, agar ayam yang dipelihara di dalamnya bebas dari ancaman infeksi penyakit yang belum pernah ada dalam lokasi peternakan tersebut.
Terpisah, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Budi Guntoro menyampaikan dukungan terhadap program yang dilakukan Sleman ini. Ia berharap dengan produk pangan sehat dapat berimbas kepada naiknya taraf kesehatan masyarakat sekaligus mencegah stunting di Sleman.
“Dengan masyarakat mengkonsumsi produk telur ayam ras yang berasal peternakan yang menerapkan Kawasan Sehat maka bukan tidak mungkin mampu mencegah dan menurunkan prevalensi stunting khususnya di Sleman,” tutupnya. [aje/beq]






