Jombang (beritajatim.com) – Meski usianya berbeda, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah dua sahabat. Cak Nun berasal dari Desa Mentoro Kecamatan Sumobito, sedangkan Gus Dur berasal dari Dusun Tebuireng Desa Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Berawal dari Jombang, keduanya menjadi tokoh nasional.
Pada Senin malam (19/12/2022), Cak Nun bersama Kiai Kanjeng menghadiri Haul ke-13 Gus Dur yang digelar oleh Polres Jombang. Acara dilaksanakan di depan Mapolres Jl KH Wahid Hasyim. Ribuan orang menghadiri acara tersebut. Mereka memadati jalan protokol itu.
Dalam kesempatan itu, Cak Nun berbicara tentang Gus Dur. Namun menurut suami Novia Kolopaking ini, persahabatan dirinya dengan Gus Dur lebih banyak diwarnai hal-hal yang bersifat guyonan. Cak Nun mengibaratkan Gus Dur adalah air samudra. Sedangkan Cak Nun sendiri ibarat semut.
“Gus Dur itu orang besar. Ibarat air samudra. Kalau dibandingkan dengan beliau, saya hanyalah seekor semut. Tidak mungkin seekor semut bisa mengukur samudra,” kata Cak Nun di hadapan ribuan orang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”cak-nun”]
Cak Nun kemudian mengungkapkan bahwa banyak orang-orang hebat yang lahir dari Jombang. Di antaranya Gombloh, Abu Bakar Baasyir, Nurcholish Madjid (Cak Nur), Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Asmuni (pelawak Srimulat). Namun, lanjut Cak Nun, yang paling dia kenal adalah Asmuni dan Gombloh.
“Saya sama Gus Dur itu teman guyon (bercanda). Jadi saya tidak bisa mengenal Gus Dur secara lengkap. Gus Dur selalu menyembunyikan kewaliannya ketika bertemu saya. Saya tidak pernah diajari kitab kuning. Jadi saya akan menceritakan sosok Gus Dur yang mengakut kebesaran beliau di wilayah-wilayah yang kelihatannya guyonan,” ujar pria kelahiran Desa Mentoro Kecamatan Sumobito Jombang ini.
Selain Cak Nun, acara ‘Haul Gus Dur dan Sinau Bareng’ tersebut juga dihadiri Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, Bupati Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah, serta pejabat lainnya. Hadir pula pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta pengasuh PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) tambakberas KH Hasib Wahab atau Gus Hasib. [suf/suf]






