Jombang (beritajatim.com) – Gus Salam atau KH Abdusalam Shohib bersama tokoh nahdliyin di Jombang Jawa Timur kemali melayang somasi ke PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) di Jakarta, Kamis (8/6/2023).
Ini adalah somasi kedua yang dilayangkan oleh pengasuh PPMM (Pondok Pesantren Mambaul Maarif) Denanyar Jombang. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, somasi yang dikirimkan sekitar satu minggu yang lalu ke PBNU tidak berbalas.
Menurut Gus Salam, secara garis besar subtansi somasi kedua ini tidak jauh berbeda dengan yang pertama. Namun, somasi yang kedua ini dipertajam pada dua tuntutan. Pertama, meminta PBNU membatalkan SK PCNU Jombang masa hikmad 2023-2024 yang notabene hasil penunjukan PBNU.
“Kedua kami mendesak PBNU untuk mengesahkan pengurus PCNU Jombang masa hidmat 2022-2027 hasil Konfercab 5 Juni 2022. Somasi kedua ini kami pertajam dua hal tersebut,” ujar Gus Salam ketika berada di pondok Denanyar bersama pengurus PCNU Jombang masa hidmat 2022-2027.
Bagiamana kalau somasi kedua ini tetap tidak mendapat tanggapan dari PBNU? Cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri ini menegaskan jika tidak mendapat tanggapan PBNU, maka pihaknya akan melakukan gugatan ke PN (Pengadilan Negeri).
BACA JUGA:
Tolak PCNU Jombang 2023-2024, Gus Salam dkk Kirim Somasi ke PBNU
“Sama dengan somasi yang pertama. Kita memberikan waktu 7×24 jam sejak surat tersebut diterima kepada PBNU untuk memberikan jawaban. Jika sampai tenggang yang kita tentukan tidak ada jawaban, dengan terpaksa kita memasukkan gugatan perdata ke PN Jombang,” ujar Gus Salam.
Gus Salam mengakui hingga saat ini belum ada komunikasi dengan PBNU. Namun dirinya meyakini bahwa pengurus PBNU mengetahui apa yang disampaikan oleh Gus Salam dkk. “Sesuai peraturan, pengurus definitif itu harus dari hasil konferensi, bukan hasil penunjukan,” ujar Gus Salam yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini.
Dia menambahkan, menurut AD/ART dan Perkum, pengurus definitif itu ditetapkan dari hasil konferensi. “Kalau PBNU berdalih dengan dasar peraturan PBNU, dan kemudian bertabrakan dengan AD/ART dan Perkum, maka yang harus didahulukan adalah aturan yang di atasnya,” lanjutnya.

Gus Salam juga menegaskan, bahwa somasi ini dilakukan adalah sebagai upaya saling mengingatkan kepada PBNU agar semuanya harus menjalankan aturan yang benar. Ia juga mengungkapkan, dalam somasi ini bukan bentuk keserakahan terhadap kedudukan dan jabatan.
Namun dilakukan murni sebagai upaya untuk menegakkan kebenaran, karena di hadapan aturan semua itu sama. “Sekaligus untuk memberi nasihat kepada PBNU agar tidak seakan-akan aturan itu tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jadi bukan karena haus jabatan atau kekuasaan, kami semua sama sekali tidak ada niatan itu,” jelasnya.
BACA JUGA:
Pengurus PCNU Jombang 2023-2024 Mulai Rontok
Sebelum melakukan konferensi pers, Gus Salam bersama tokoh NU di Jombang ini melakukan istigasah dan doa bersama. Acara ditutup dengan melakukan tanda tangan di atas baliho warna putih. Pada baliho tersebut bertuliskan ‘Somasi Kedua Kepada PBNU di Jakarta (Ikhtiar Saling Menasihati untuk Kebenaran dan Kebaikan).
Selain Gus Salam, ada 30 tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka adalah pengurus periode 2022-2027 yang sebelumnya sudah diajukan ke PBNU. Namun mereka tidak kunjung dilantik. PBNU justru menunjuk pengurus PCNU Jombang masa hikmad 2023-2024.
Sebagai respon atas penunjukan tersebut, Gus Salam dkk melayangkan somasi pertama kle PBNU pada 24 Mei 2023. Namun hinggu seminggu lebih, surat teguran tersebut tidak ditanggapi. [suf/ted]






