Jombang (beritajatim.com) – Belum sepekan dilantik, sejumlah pengurus PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Jombang masa khidmat 2023-2024 mulai mretheli alias rontok. Setidaknya ada empat pengurus yang memilih mundur dari kepengurusan hasil penunjukan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) tersebut.
Empat tokoh NU (Nadlatul Ulama) itu diantaranya KH. Taufiqurrahman Muchit (Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel/PPSA) Jombang, kemudian KH Salmanuddin Yazid (Pengasuh Pondok Pesantren Babuusalam Kalibening Mojoagung. Keduanya merupakan Mustasyar PCNU Jombang 2023-2024.
Selanjutnya, Habib Muhammad bin Salim selaku Syuriah, serta Dr. Dr. KH. Sholahuddin Fathurrohman selaku Katib Syuriah. Surat pengunduran diri mereka beredar di media sosial. Mereka memilih mundur dari kepengurusan PCNU Jombang masa khidmat 2023-2024 karena merasa hanya dicatut namanya.
BACA JUGA:
PCNU Jombang Dilantik, Cucu Mbah Hasyim Jabat Ketua
Sebelum dimasukkan dalam struktur kepengurusan, mereka tidak pernah dikonfirmasi terakit kesanggupan. Salah satu surat pengunduran diri itu diajukan oleh Gus Salman, panggilan akrab KH Salmanuddin Yazid.
Surat bermaterai Rp 10 ribu itu tertanggal 21 Mei 2023 atau sehari setelah pelantikan. Dalam surat tersebut Gus Salman menjelaskan bahwa dirinya tidak hadir. Namun menyaksikan acara itu melalui kanal YouTube. Nah, dari situlah dia mengetahui bahwa namanya disebut dalam jajaran mustasyar PCNU Jombang 2023-2024.
“Dengan memohon ridho Allah Subhanahu Wata’ala, saya menyatakan tidak bersedia ditunjuk dan disahkan dalam kepengurusan definitif PCNU Jombang masa khidmat 2023-2024. Saya tetap khidmat di nahdaltul ulama dengan syiar dan dakwah langsung di tengah masyarakat dan nahdliyin,” tulis Gus Salman.

Gus Salman membenarkan bahwa surat tersebut dirinya yang membuat. Karena Gus Salman yang merupakan Ketua PCNU Jombang 2017-2022 ini tidak pernah dimintai pertimbangan sebelumnya. Ditawari soal kesanggupan menjadi pengurus juga tidak pernah.
“Benar. Saya memang membuat surat pengunduran diri. Saya ini Ketua PCNU periode sebelumnya, tapi tidak pernah dimintai kesediaannya, tidak dimintai pertimbangan, tapi tiba-tiba dicatut dalam kepengurusan. Ini soal etika saja,” ujar Gus Salman saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (23/5/2023).
“Bukan hanya saya. Salah satu Mustasyar yang lain, KH. Taufiqurrahman Muchit juga demikian. Beliau juga mundur. Karena tidak pernah dimintai kesediaan, namun namanya sudah dicatut,” ujar warga Dusun Kalibening Kecamatan Tanggalrejo Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang ini.
PCNU Belum Terima Surat Pengunduran Diri

Menanggapi rontoknya sejumlah pengurus, Sekretaris PCNU Jombang 2023-2024 Abdul Hamid Hamdah mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui hal tersebut. “Sampai hari ini saya belum melihat adanya surat pengunduran diri secara resmi dari sejumlah tokoh itu,” ujar Hamid.
Sebelumnya, Mustasyar PCNU Jombang KH Abdul Latif Malik membantah ada sejumlah kiai mengundurkan diri dari kepengurusan NU Jombang Jawa Timur. “Di kami itu tidak ada istilah kiai mundur. Terkait Kiai Taufiq (KH. Taufiqurrahman Muhit) kemarin itu hanya kesalahpahaman, dan kami sudah sowan ke beliau,” ujar kiai asal PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang ini.
Gelagat mundurnya pengurus ini sepertinya sudah tercium oleh Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Ini terlihat saat Sekjen PBNU menyampaikan sambutan pelantikan PCNU Jombang periode 2023-2024, Sabtu (20/5/2023). Gus Ipul menyinggung soal adanya pengurus yang akan mundur. Gus Ipul menegaskan bahwa masih banyak orang yang berkenan menggantikan menjadi pengurus.
BACA JUGA:
Tolak PCNU Jombang 2023-2024, Gus Salam dkk Kirim Somasi ke PBNU
Saat sesi wawancara dengan sejumlah wartawan usai acara, Gus Ipul kembali menegaskan pernyataan tersebut. “Saya sebenarnya berharap tidak ada yang mundur. Tidak ada yang bikin pernyataan tak perlu. Jadi di NU ini kalau ada pengurus yang mundur, yang mau menggantikan banyak sekali. Lebih banyak yang menggantikan,” pungkas Gus Ipul.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf juga mengungkapkan bahwa pelantikan PCNU Jombang berdasarkan aturan yang ada, yakni Peraturan PBNU 02/XII/2022 tentang pedoman pelaksanaan karateker kepengurusan NU.
BACA JUGA:
3 Jam Usai Pelantikan, Gus Salam Desak PBNU Cabut SK Pengurus PCNU Jombang 2023-2024
“Ini sebuah proses. Orang boleh setuju atau tidak setuju. Tapi keputusan sudah diambil dengan pertimbangan yang panjang. Kita juga mendengarkan penpadat para ulama dan kiai. Kita diskusi dengan Gus Kikin (KH Abdul Hakim Mahfudz, Tebuireng), juga diskusi dengan banyak kiai yang lain, termasuk juga dengan pemerintah daerah,” ujar Gus Ipul.
Seperti diketahui, pengurus PCNU Jombang hasil penunjukan PBNU dilantik pada Sabtu 20 Mei 2023. Sebagai Rais Syuriah KH. Ahmad Hasan dan Ketua Tanfidziyah KH Fahmi Amrullah Hadzik. Masa jabatan mereka hanya satu tahun, yakni 2023-2024. Namun kewenangan tetap sama dengan pengurus definitif. [suf/ted]






