Pasuruan (beritajatim.com) – Guna mengatasi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan, pemkab telah melakukan berbagai upaya, salah satunya yakni perbaikan saluran air yang tersumbat di wilayah Timur.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron. Gus Mujib sapaan akrabnya mengatakan bahwa saat ini ada perbaikan saluran air di tiga Kecamatan. Yakni Kecamatan Nguling, Kecamatab Lumbang dan Kecamatan Pasrepan.
“BPBD juga siap melakukan pengiriman air bersih di desa yang terdampak kekeringan. PDAM juga kami minta untuk memetakan aliran air yang belum terealisasi,” kata Gus Musjib.
Dilain tempat, Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Pasuruan dalam status siaga kekeringa . Dikarenakan puncak dari musim kering itu sendiri akan mulai masuk pada bulan Agustus dan September mendatang.
Harris juga mengatakan bahwa tahun ini musim kering akan berlangsung lebih panjang. Mengingat pada 2023 ini masuk dalam siklus 4 tahunan dan akan berlangsung selama dua bulan. “Saat ini Pemda siap untuk back up dan menjamin kehidupan masyarakat pasca bencana. Karena kekeringan yang kemungkinan terjadi akan berlangsung lebih panjang,” kata Harris.
Perlu diketahui saat ini di Kabupaten Pasuruan tercatat ada 17 Desa yang ditetapkan untuk siaga bencana. 17 Desa tersebut tersebar di 6 Kecamatan. Yakni Kecamatan Gempol (Desa Wonosunyo); Winongan: (Desa Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberejo); Lumbang; (Desa Cukurguling, Karangjati, dan Karangasem); Pasrepan (Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, dan Petung); Lekok (Desa Pasinan, Balunganyar, Semedusari, dan Wates); Kejayan (Desa Kedungpengaron). (ada/kun)
BACA JUGA:






