Blitar (beritajatim.com) – Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Timur menjatuhkan sanksi kepada asisten pelatih (aspel) tim futsal Kota Malang atas insiden penendangan kepada pemain Kabupaten Blitar di pertandingan Porprov Jatim VIII/2023. Aspel bernama Bagus Irawanto dinyatakan bersalah karena memprovokasi tim futsal Kota Malang sehingga terjadi insiden penendangan tersebut.
Dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Timur, Bagus Irmawanto disebut memprovokasi anak asuhnya untuk melakukan tendangan terhadap lawan. Provokasi itu terjadi pada menit 40, tatkala tim futsal Kabupaten Blitar mendapatkan hadiah tendangan penalti.
Provokasi yang dilakukan oleh Bagus Irmawanto itu membuat emosi para pemain futsal Kota Malang terpancing. Hingga melakukan penendangan ke pemain Kabupaten Blitar.
“Kalau dari surat itu asisten pelatihnya juga didenda Rp5 juta,” kata Asisten Pelatih Futsal Kabupaten Blitar, Ahmad Vidyan Dwi Anggoro, Rabu (20/9/2023).
BACA JUGA:
Atlet Futsal Kota Malang Tendang Pemain Blitar Kena Skorsing
Asosiasi Futsal Jatim pun menjatuhkan sanksi berupa denda Rp5 juta kepada Bagus Irmawanto. Selain itu, Bagus juga dilarang mendampingi tim futsal selama 6 bulan.
“Sesuai dengan surat, apa yang dilakukan oleh belaiu melanggar Kode Disiplin Pasal 54 yang merupakan tindakan tidak patut dilakukan dalam pertandingan futsal,” imbuhnya.
Tim futsal Kabupaten Blitar sendiri telah menyerahkan kasus penendangan terhadap pemainnya ke Asosiasi Futsal Jatim. Pihaknya, juga tidak menuntut lebih atas kasus itu.
Pelatih futsal Kota Malang pun juga telah menghubungi dan meminta maaf kepada pelatih serta asisten futsal Kabupaten Blitar. Meski demikian karena peristiwa itu menyalahi aturan pertandingan serta mencedari sportivitas, pemain futsal Kota Malang tetap mendapatkan hukuman dari Asosiasi Futsal Jatim.
BACA JUGA:
Viral Pemain Futsal Kota Malang Tendang Pemain Blitar, Penyebanya Karena Emosi Sering Dicurangi
“Sang pelatih juga sudah telepon dan WA, beliaunya juga sudah meminta maaf atas kejadian tersebut dan apa yang dilakukan oleh anak asuhnya,” ucapnya.
Selain asisten pelatih, Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Timur juga telah menjatuhkan sanksi ke-2 pemain futsal Kota Malang. Dua pemain yang dijatuhkan sanksi tersebut adalah M. Rafael Moreno dan Diki Hidayat Pratama .
Kedua pemain futsal Porprov tersebut dijatuhi sanksi setelah melakukan penendangan secara sengaja ke pemain futsal Kabupaten Blitar. [owi/beq]






