Surabaya (beritajatim.com) – Siapa sangka hewan penghasil madu ini memiliki hari khusus! 20 Mei menjadi Hari Lebah Sedunia yang bertepatan dengan seorang influencer merintis peternakan lebah.
Pada abad 18, Anton Janša sebagai pelopor teknik perlebahan modern di Slovenia. Itu yang membuat dia menjadi salah satu orang pertama yang penggerak terhadap pentingnya lebah bagi dunia.
Semenjak peternakan lebah itu dirilis. Ini menjadi kebutuhan vital dalam ekosistem bahkan ekonomi dunia. Walaupun memang belum banyak orang menyadari pentingnya lebah atau cara untuk menyelamatkan lebah. Maka diwujudkan Hari Lebah Sedunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PBB mengumumkan Hari Lebah Sedunia sebagai bentuk peningkatan terhadap kesadaran pentingnya lebah. Alasannya, seringkali lebah menjadi ancaman dari aktivitas manusia mulai dari masuknya serangga invasif, pestisida, perubahan penggunaan lahan, dan praktik penanaman tunggal. Tentu saja, lama kelamaan ini akan menghancurkan ekosistem lebah.
Selain itu, hari Lebah Sedunia menjadi ruang untuk mendidik orang tentang pentingnya lebah dan langkah yang perlu mereka lakukan untuk lingkungan. Mulai dari membantu menumbuhkan 90% tanaman bunga liar dunia, 35% tanaman dunia yang bergantung dengan pertumbuhan lebah hingga cara membantu membangun ekosistem lebah di seluruh dunia.
Bukan hanya membuat hari Lebah Sedunia, ada beberapa program yang dibuat PBB telah dalam meningkatkan kesadaran akan perlindungan melindungi lebah beserta cara menjaga mereka.
Disisi lain, hari ini terbuka untuk penyerbuk lain serta lebah, seperti kelelawar, kolibri, dan kupu-kupu. Karena hewan-hewan ini mampu membantu ekosistem lebah tetap sehat serta dan menjaga keanekaragaman hayati.
Bagi lingkungan, lebah dan hewan lainnya dapat mengurangi kelaparan dunia dan adaptasi perubahan iklim pada tingkat global. Keunggulan lebah membantu menjaga tanaman dan planet tetap hidup.
Sebenarnya, lebah sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Sedangkan, lebah pertama yang ditemukan berusia 100 juta tahun! Lebah merupakan spesies pertama yang menjadi vegetarian.
Awalnya, mereka memakan serangga lain, tetapi kini sudah berevolusi memakan nektar dan serbuk sari. Lebah banyak memberikan dukungan khususnya untuk manusia dan madu sebagai sebuah penemuan monumental nenek moyang kita. (PRD/ian)






