Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait menyebut Ayub Junaidi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur, layak menjadi wakil bupati, dalam peresmian Klinik Nahdlatul Ulama, Kamis (5/6/2025).
Dalam sambutannya, dengan nada berseloroh, Fawait menyebut Ayub salah satu pemilik saham Klinik NU. “Macaknya sudah pakai celana. Cocoknya memang kayak jadi wakil bupati,” katanya.
Ucapan Fawait ini disambut tawa hadirin. “Sudah, biar tambah salbut (berantakan, bahasa Madura) sudah. Sekalian rame. Gus Ayub ini luar biasa,” katanya, tertawa.
“PAW (Pergantian Antar Waktu)? Tidak tahu saya. Gus Ayub luar biasa,” katanya, tertawa saat merespons celetukan hadirin.
Tawa hadirin pun semakin terdengar. “Saya lanjutkan saja (pidato saya) daripada bahaya ini,” kata Fawait, tertawa.
Usai peresmian, Fawait menyatakan kebahagiaannya sebagai kader NU kepada wartawan. “Alhamdulillah akhirnya NU Jember hari ini masuk memberikan pelayanan sektor kesehatan yang ditandai peresmian Klinik NU milik Pengurus Cabang NU,” katanya.
Fawait berharap Pemkab Jember bisa menggandeng NU dan organisasi kemasyarakatan lainnya untuk mendirikan fasilitas-fasilitas kesehatan. “Dengan indikator angka kematian ibu dan bayi, Jember masih banyak butuh fasilitas kesehatan,” katanya.
“Namun supaya semangatnya sama dengan yang disampaikan Presiden yakni semangat kerakyatan, dan bagi kami orang pesantren, semangat keumatan, maka saya berharap klinik-klinik bisa dikelola organisasi-organisasi seperti NU,” tambah Fawait.
Fawait menyebut Pemkab Jember wajib bersinergi dan berkontribusi untuk dakwah organisasi kemasyarakatan seperti NU. “Harapan saya Klinik NU bisda bekerja sama dengan BPJS, sehingga bisa menyukseskan progran Universal Health Coverage,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Fawait kembali menegaskan komitmennya menjadikan Jember ramah terhadap investasi. “Kami akan mulai menata sistem perizinan di Jember. Jangan sampai ribet dan sulit lagi. Mudah-mudahan bisa dipercepat di kemudian hari. Tapi tentu semua (dokumen) sudah harus lengkap,” katanya.
Klinik NU yang terletak di Gedung Balai Pendidikan dan Latihan Nahdlatul Ulama (Baladika NU), Jalan Tapaksiring, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, ini mulai dibangun pada Mei 2022.
Abdullah Syamsul Arifin, Komisaris PT Husada Bintang Sembilan, perusahaan yang menaungi Klinik NU, mengatakan, klinik tersebut adalah awal dari pendirian Rumah Sakit NU. “Kami akan akreditasi dulu. Segala hal yang jadi persyaratan pelayanan klinik yang baik dipenuhii. Setelah diakreditasi, baru nanti diusulkan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” katanya.
Selain itu, Abdullah ingin Klinik NU ini bisa berkembang dan hadir di semua kecamatan di Kabupaten Jember. Apalagi Fawait sudah mendukung. “Kami akan terus perkuat tim untuk dibentuk di tiap-tiap kecamatan dengan melibatkan sumber daya yang ada. Ketika perjalanan di Klinik NU Jember baik, tentu akan diterapkan di tempat lain,” kata Abdullah.
Abdullah setuju klinik di semua kecamatan dimiliki dan dikelola oleh lembaga organisasi kemasyarakatan seperti NU. “Daripada hanya dimiliki oleh pribadi-pribadi yang kebetulan berkesempatan punya uang lebih dahulu kemudian mengambil kesempatan itu (mendirikan klinik di semua kecamatan),’ katanya. [wir]






