Surabaya (beritajatim.com) – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) Jawa Timur (Jatim) mendorong kemandirian pasien melalui optimalisasi latihan di lingkungan keluarga. Langkah ini merespons meningkatnya kasus gangguan fungsi tubuh dan disabilitas.
Sebanyak 365 dokter berkumpul dalam Pertemuan Ilmiah Regional (PIR) SMART Jatim ke-17 di Bumi Surabaya City Resort mulai 10-12 April 2026. Agenda tahunan ini membahas sinergi perawatan multidisiplin dan pemulihan mandiri.
Ketua Pelaksana PIR SMART Jatim ke-17, dr. Nur Khozin menyatakan keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan intervensi di rumah sakit. Latihan berkelanjutan di lingkungan rumah memiliki pengaruh besar bagi pemulihan pasien.
“Prinsip kami adalah ‘nguwongke’ orang; bagaimana manusia tersebut dapat kembali berfungsi,” kata dr. Nur Khozin dikutip Senin (13/4/2026).
Dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) memberikan edukasi khusus agar keluarga mampu menjalankan program secara mandiri. Hal ini sangat diperlukan saat akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan mengalami keterbatasan.
“Jika tidak bisa berjalan, kita bantu dengan alat atau latihan hingga mereka bisa beraktivitas kembali dengan kemampuan maksimalnya,” ujar Nur Khozin.
Bidang KFR menyasar pemulihan fungsi saraf, tulang, sendi, hingga jantung. Penanganan medis tersebut diberikan kepada pasien dari berbagai rentang usia, mulai bayi hingga kelompok lanjut usia.
Saat ini 190 dokter spesialis KFR telah tersebar di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Jatim. Distribusi itu diharapkan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses layanan rehabilitasi medis yang merata. [ipl/but]






