Bondowoso (beritajatim.com) – Dinas Binamarga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso kembali mengajukan usulan perbaikan tiga jembatan vital pada tahun anggaran 2026 untuk menjamin kelancaran transportasi dan distribusi barang. Langkah strategis ini diambil karena ketiga infrastruktur tersebut merupakan jalur krusial yang menopang mobilitas utama masyarakat di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa terdapat tiga jembatan yang secara konsisten diusulkan perbaikannya setiap tahun untuk segera ditangani. “Yaitu Jembatan Ring Road yang sampai sekarang belum selesai, kemudian Jembatan Koncer, dan satu lagi jembatan menuju arah Tegalampel,” ujarnya pada Jumat (27/2/2026).
Menurut Ansori, usulan ini didasarkan pada peran penting ketiga jembatan tersebut sebagai akses utama yang menyokong aktivitas ekonomi warga. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, risiko keselamatan pengguna jalan dan peningkatan jarak tempuh akibat pengalihan arus diprediksi akan semakin membebani masyarakat.
Khusus untuk Jembatan Koncer, BSBK menyoroti adanya lonjakan volume kendaraan atau Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) yang signifikan sejak jalur tersebut menjadi rute alternatif. Tingginya beban dari kendaraan berat yang melintas setiap hari kini menjadi faktor risiko utama yang sangat diwaspadai oleh otoritas terkait.
Ansori menegaskan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas instansi, kendaraan berat atau truk bermuatan sebenarnya dilarang keras melintasi Jembatan Koncer. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa aturan pembatasan beban tersebut belum sepenuhnya dipatuhi oleh para pengemudi angkutan barang.
“Kami sudah menyampaikan dalam rapat bahwa kendaraan berat atau truk bermuatan tidak boleh lewat Jembatan Koncer, tetapi kenyataannya masih banyak yang melintas,” tegas Ansori saat menjelaskan kondisi terkini di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi beban jembatan, kendaraan dari arah Jember kini diarahkan melalui jalur alternatif Desa Taman menuju kawasan Bataan. Jalur tersebut disiapkan agar arus lalu lintas bisa diputar kembali ke arah timur guna meminimalisir tekanan beban pada struktur Jembatan Koncer.
Mengenai perkembangan usulan yang telah diajukan ke tingkat provinsi maupun pusat, Ansori mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada jawaban resmi yang diterima. Meskipun demikian, Dinas BSBK berkomitmen untuk tetap proaktif melakukan koordinasi intensif sepanjang tahun 2026 demi mengawal realisasi anggaran perbaikan tersebut.
“Untuk usulan yang kami sampaikan, sampai sekarang kami belum mendapatkan jawaban. Tahun 2026 ini kami akan kembali melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti usulan yang setiap tahun kami ajukan,” jelasnya lebih lanjut.
Di sisi lain, BSBK tetap melakukan penanganan darurat terhadap sejumlah kerusakan ringan di akses jalan sekitar jembatan, termasuk penambalan lubang secara berkala. Namun, beberapa ruas di kawasan perkotaan memang belum tertangani maksimal akibat keterbatasan material dan baru masuk dalam skema penganggaran tahun 2026.
Mengingat mobilitas warga yang terus meningkat, percepatan perbaikan Jembatan Ring Road, Koncer, dan Tegalampel diharapkan dapat segera dieksekusi oleh pemerintah. Hal ini sangat penting agar konektivitas antarwilayah di Bondowoso tetap aman dan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. [awi/beq]






