Magetan (beritajatim.com) – Sejumlah perangkat jaringan milik organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Magetan tercatat telah beroperasi selama 10 hingga 15 tahun. Kondisi tersebut diakui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan, Cahaya Wijaya, berdampak pada menurunnya performa layanan teknologi informasi di sejumlah titik pelayanan publik.
Menurut Cahaya, perangkat seperti router yang menyala selama 24 jam dalam kurun waktu belasan tahun tentu mengalami penurunan kinerja. Hal itu menjadi salah satu tantangan dalam menjaga stabilitas jaringan pemerintahan.
“Router yang terpasang 10 sampai 15 tahun dan menyala 24 jam, tentu kinerjanya sudah tidak maksimal. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan layanan jaringan di lingkungan Pemkab Magetan terus meningkat. Penambahan titik layanan seperti Puskesmas Pembantu, layanan di kecamatan, hingga bertambahnya aplikasi pemerintahan berdampak langsung pada kebutuhan bandwidth yang semakin besar.
Layanan administrasi kependudukan pun kini tidak hanya terpusat di satu instansi, tetapi telah menjangkau wilayah kecamatan. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan jaringan yang stabil dan responsif.
Diskominfo, lanjutnya, berupaya menjaga layanan tetap efisien dengan menggandeng penyedia layanan yang tidak hanya menawarkan harga, tetapi juga jaminan kualitas dan penanganan gangguan secara cepat. Penguatan sistem keamanan informasi juga menjadi agenda pengembangan ke depan.
Saat ini, jaringan intranet yang dikelola Diskominfo baru mencakup wilayah kota. Untuk konektivitas di kecamatan hingga Puskesmas Pembantu, pemerintah daerah masih mengandalkan kerja sama dengan penyedia jaringan karena pembangunan infrastruktur mandiri membutuhkan anggaran besar.
Cahaya menegaskan, prioritas utama adalah memastikan layanan publik tetap berjalan meski kebutuhan jaringan semakin kompleks. Pengaturan penggunaan bandwidth pada momen-momen tertentu juga dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan.
Ia mencontohkan gangguan layanan di salah satu Puskesmas saat hari libur yang sempat menimbulkan keluhan. Setelah ditelusuri, persoalan tersebut ternyata disebabkan hal teknis sederhana, yakni sambungan listrik jaringan yang terhubung ke kantor kecamatan dicabut saat kecamatan tutup.
“Puskesmas tetap buka, tapi kecamatan libur. Karena sumbernya di sana, ketika listrik dicabut, jaringan ikut mati. Hal seperti ini menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman teknis di lapangan,” jelasnya.
Selain faktor perangkat dan SDM, ketersediaan genset di kecamatan juga dinilai berpengaruh terhadap keberlanjutan layanan ketika terjadi pemadaman listrik.
Diskominfo Magetan menargetkan pembenahan infrastruktur jaringan dilakukan secara bertahap dalam kurun lima hingga sepuluh tahun ke depan. Langkah tersebut mencakup peremajaan perangkat, peningkatan sistem perawatan dan maintenance, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia agar layanan pemerintahan berbasis digital tetap optimal. [fiq/aje]






