Ponorogo (beritajatim.com) – Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo menyoroti perang yang terjadi antara Israel-Hamas di Gaza, Palestina. Menurut dia, inilah waktu bagi Indonesia untuk berperan dengan mengambil inisiatif guna menyelesaikan persoalan.
“Inilah waktunya peran Indonesia. Saatnya tunjukkan ke dunia internasional mengambil inisiatif untuk bisa menyelesaikan persoalan seperti (perang Israel dan Hamas-red),” kata Ganjar saat menyapa pendukungnya secara daring dalam acara shalawatan di Alun-alun Ponorogo pada Kamis (9/11/2023) malam.
Dalam perang Israel dan Hamas, yang menjadi korban ialah masyarakat sipil di Gaza Palestina. Sudah ribuan orang dan anak-anak gugur dalam serangan Israel di jalur Gaza.
Sementara organisasi seperti Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), seakan-akan tidak bisa bertindak tegas. Saat itulah, menurut Ganjar Indonesia harus bisa mengambil peran untuk politik luar negeri.
BACA JUGA:
Shalawatan di Alun-alun Ponorogo, Ganjar Pranowo Hadir Lewat Zoom
Selain menyelesaikan masalah konflik yang terjadi, juga harus memikirkan pasca-terjadinya perang itu. Pasti keadaan ekonominya yang belum bisa membaik. Perlu juga dipikirkan untuk pemulihan pasca perang.
“Jadi tidak hanya menyelesaikan masalah konflik, tetapi harus berupaya atau memikirkan apa yang diakibatkan pasca perang. Pasti kondisi ekonominya tidak baik,” katanya.
Seluruh dunia mungkin saat ini sudah tahu, bahwa kondisi seperti apa di jalur Gaza Palestina. Hanya ada kesakitan, kesedihan dan kematian. peluru dan rudal membombardir, bahkan membuat rumah sakit di sana juga diserang hingga roboh bantuannya.
BACA JUGA:
Soal Palestina, Ganjar: Indonesia Harus Jadi Inisiator Perdamaian
“Keadaan ini juga membuat tabungan dendam dari generasi penerus dari kedua belah pihak semakin banyak. Sehingga itu sungguh tidak menyenangkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ganjar Pranowo mengajak semua orang untuk mendoakan saudara-saudara di Palestina bisa kuat. Perang agar cepat selesai dan kembali hidup dalam berdampingan serta aman.
“Mari kita doakan saudara kita di Palestina bisa kuat,” pungkas Ganjar. [end/beq]






