Sumenep (beritajatim.com) – Pencarian terhadap perahu hilang kontak di sekitar perairan Aeng Panas Kecamatan Pragaan, dan Perairan Giliraja Kecamatan Giligenting yang diawaki Sumarwi, warga Desa Banmaleng, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep terus dilakukan.
Pencarian dilakukan pihak keluarga korban dan nelayan setempat menggunakan 5 unit perahu. Pencarian dilakukan di perairan sekitar Pelabuhan Aengpanas Kecamatan Pragaan dan Pulau Giliraja. “Alhamdulillah pencarian hari ini membuahkan hasil. Perahu korban sudah ditemukan dalam kondisi tenggelam. Tapi korban saat itu belum ditemukan,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (12/7/2023).
Perahu milik korban pun ditarik ke darat. Namun karena kondisi perahu penuh dengan air, maka tim menguras air di dalam perahu. Setelah air terkuras, hanya ditemukan satu buah tabung gas elpiji.
BACA JUGA:
Perahu Muat Elpiji dan Solar Hilang Kontak di Perairan Sumenep
Pencarian pun dilanjutkan di titik yang sama, namun dengan radius yang lebih luas. Para nelayan dan keluarga korban yang melakukan pencarian bertemu dengan tim SAR. Kemudian tim keluarga dan tim SAR melakukan pencarian bersama-sama.
“Tak berselang lama, tim pencari ini menemukan mayat korban dalam keadaan mengambang di tengah laut. Tim kemudian membawa mayat korban ke Pantai Beringin Desa Banmaleng untuk dilakukan proses penguburan, mengingat kondisi mayat yang sudah membusuk dan berbau menyengat,” papar Widiarti.
Ia menambahkan, pihak keluarga menolak dilakukan visum dalam maupun visum luar. Keluarga menganggap musibah ini adalah takdir Yang Maha Kuasa dan berjanji tidak akan melakukan penuntutan terhadap siapapun.
“Istri korban kemudian menandatangani surat pernyataan penolakan visum. Sedangkan jenazah korban langsung dimakamkan,” terangnya.

Perahu yang diawaki Sumarwi berbelanja sembako di Kecamatan Prenduan pada Minggu (09/07/2023) sore. Perahu fiber jenis jukung warna biru berukuran 2 x 8 meter itu memuat tabung elpiji 50 buah, kemudian BBM jenis solar dan pertalite sebanyak 20 jeriken, masing-masing berisi 35 liter. Selain itu, perahu juga memuat gula 100 kg, dan air mineral 100 dos.
Setelah berbelanja itu, sedianya korban akan kembali ke Desa Banmaleng Pulau Giliraja. Perjalanan dari Prenduan ke Pulau Giliraja memerlukan waktu sekitar 1 jam. Namun ditunggu-tunggu hingga tengah malam, korban belum pulang juga. Sementara HP nya juga tidak aktif.
Istri korban kemudian melapor ke kepala desa, dan diteruskan ke Polsek setempat. Korban diduga tenggelam bersama perahunya. Upaya pencarian terhadap korban pun dilakukan keluarga korban dan nelayan setempat. Selain itu, Tim SAR juga ikut melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya perahu korban, hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. [tem/suf]






