Kediri (beritajatim.com) – Harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Kediri mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir, yang menempatkan posisi tawar petani pada titik impas atau Break Even Point (BEP).
Kondisi upper supply akibat panen raya yang terjadi secara bersamaan di beberapa sentra produksi membuat harga di tingkat pasar jatuh, sehingga sebagian petani kini terancam mengalami kerugian karena pendapatan tidak sebanding dengan biaya produksi.
Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Suyono, mengatakan saat ini seluruh jenis cabai sudah berada di bawah harga normal. Meskipun sempat terjadi fluktuasi harga pada jenis cabai rawit merah (CRM) dan cabai merah keriting (CMK) dengan kenaikan tipis, hal tersebut tidak mampu mendongkrak keuntungan petani secara berkelanjutan di tengah melimpahnya stok.
“Hari ini harga cabe rawit merah (CRM) dan cabe merah keriting (CMK) sedikit naik, biarpun pasokan bertambah. Sedangkan harga cabe merah besar (CMB) masih tetap dan pasokan berkurang,” katanya.
Lebih lanjut, Suyono menjelaskan bahwa berkurangnya pasokan cabai merah besar hanya terjadi bersifat temporer. Faktor utama yang merusak stabilitas harga saat ini adalah momentum panen raya di wilayah Kediri dan Banyuwangi yang menyebabkan terjadinya kelebihan pasokan atau upper supply di pasaran secara masif.
“Pasokan berkurang hanya kemarin, tetapi saat ini harganya hancur Mbak, karena Kediri dan Banyuwangi panen raya terjadi upper supply,” jelasnya.
Menurut Yono, jatuhnya harga di bawah biaya produksi merupakan pukulan telak bagi sektor pertanian hortikultura lokal. Bagi Generasi Z dan pelaku usaha kuliner, kondisi ini mungkin menguntungkan secara modal belanja, namun bagi ekosistem pertanian, ini menandakan hilangnya margin keuntungan bagi produsen pangan di garda terdepan.
“Harga aneka cabai semuanya sudah di bawah harga normal. Artinya sudah di BEP. Jadi petani sudah tidak dapat keuntungan,” jelasnya.
Yono menambahkan, harga cabai rawit merah di Kediri juga cenderung terus menurun karena wilayah dataran tinggi mulai memasuki masa panen. Bahkan, puncak panen raya diprediksi akan terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan mendatang, yang berpotensi menekan harga lebih dalam jika serapan pasar tidak meningkat tajam.
“Harga CRM di Kediri cenderung turun karena dataran tinggi sudah mulai panen dan panen raya akan terjadi di pertengahan bulan Ramadhan,” katanya.
Berdasarkan data teknis, harga cabai merah besar sempat menyentuh angka Rp45.000 per kilogram pada awal Desember 2025, namun mulai merosot tajam memasuki akhir tahun dan semakin anjlok sejak awal Januari 2026. Padahal, angka BEP untuk cabai merah besar berada di level Rp17.600 per kilogram, sehingga harga jual saat ini sudah sangat mepet dengan biaya operasional tanam.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menilai penurunan harga tidak semata-mata disebabkan oleh produksi berlebih, melainkan lebih karena menurunnya permintaan pasar pasca-libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penurunan daya beli masyarakat di pasar induk menjadi faktor krusial yang menahan laju harga.
“Kalau kami amati di pasar Induk juga memang tidak seramai waktu Nataru kemarin. Ada sedikit penurunan permintaan masyarakat. Jadi waktu Nataru, waktu saya mau monev itu sudah tidak yang naik lagi sudah mulai turun. Karena memang produksi dari beberapa daerah waktu itu juga banyak,” jelasnya.
Pemkab Kediri mengimbau masyarakat dan pelaku industri kreatif kuliner untuk terus mendukung sektor pertanian lokal dengan memprioritaskan pembelian hasil bumi asli daerah guna menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan di wilayah Jawa Timur.
“Kami menyarankan kepada rekan-rekan pelaku usaha untuk berbelanja dengan bijak, ya. Terus gunakan produk lokal, jangan gunakan produk luar, baik pelaku usaha maupun masyarakat. Bahkan cabai pun juga diusahakan untuk membeli produk dalam negeri, setidaknya itu. Dan untuk teman-teman petani, tetap semangat dalam kondisi apa pun karena sangat membantu garda terdepan demi ketahanan pangan,” tandasnya. [nm/ted]






