Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina sebagai operator lapangan unitisasi gas Jambaran Tiung Biru (JTB) terus memperkuat aspek keselatan kerja di lingkungan perusahaan untuk memastikan keandalan operasi.
“Upaya ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi perusahaan mewujudkan kinerja keberlanjutan mengingat aspek keselamatan kerja merupakan salah satu indikator Environmental, Social & Governance (ESG),” ujar Direktur Utama PEPC Muhamad Arifin, Senin (4/3/2024).
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk HSSE Contractor Forum & Join MWT yang diikuti para pimpinan tertinggi kontraktor yang berada di lingkungan JTB berkategori risiko menengah tinggi dan dilaksanakan di fasilitas produksi Lapangan Gas JTB, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (29/2/2024).
Kegiatan HSSE Contractor Forum & Joint MWT ini juga menjadi wadah pembinaan yang dilakukan PEPC kepada para kontraktornya agar terus memperkuat komitmennya dalam aspek HSSE. Kegiatan itu diikuti sebanyak 36 perusahaan dari tingkat lokal maupun nasional. Mereka semua telah berkontrak dengan PEPC untuk melaksanakan bidang kerja masing-masing di Lapangan Gas JTB.
“Seluruh perusahaan juga mematuhi pakta integritas terkait keselamatan yang terus dikedepankan oleh manajemen PEPC maupun industri hulu migas,” lanjutnya.
Direktur Utama PEPC Muhamad Arifin mengapresiasi para peserta yang menunjukan komitmen untuk bersama-sama menjaga kerja selamat di lingkungan PEPC. Seluruh perusahaan kontraktor diharapakan bisa memberikan kenyamanan kepada seluruh pekerjanya dalam menunjang keselamatan kerja.
“Saya mohon kita semua di sini dapat terus menjaganya serta meningkatkan kesadaran terhadap aspek ini. Semua capaian ini terwujud berkat kesadaran seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.
Sementara General Manager PEPC Zona 12 Mefredi menjelaskan jumlah kontraktor pada saat fase operasi bertambah signifikan dibandingkan dengan fase project. Sehingga pengawasan terkait keselamatan kerja semakin meningkat. Dia menambahkan fase operasi ini setiap pihak perlu saling peduli dan mengingatkan untuk sama-sama menjaga performance HSSE Excellence.
“Semua yang kita temukan selama MWT harus disampaikan secara terbuka untuk perbaikan. Itulah subtansi dari MWT, komunikasi dua arah dalam menyempurnakan HSSE di fase operasi ini,” urainya.
Perwakilan kontraktor, Komisaris Utama PT Daya Patra Muhammad Fauzan yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian HSSE Contractor Forum & Joint MWT menilai kegiatan yang berupakan best practice dalam perusahaan migas ini sangatlah bagus. Selain untuk meningkatkan kesadaran keselamatan dalam bekerja, melalui forum ini dapat mempererat kebersamaan antar mitra bisnis.
“Kegiatan seperti ini penting dan sangat berharga bagi perusahaan yang bermitra dengan PEPC JTB, karena dengan demikian dapat meningkatkan komitmen perusahaan mitra PEPC dalam melaksanakan tugas keseharian mendukung operasi migas dengan aman,” katanya.
Hal senada juga disampaikan perwakilan manajemen PT Elco Prima Prabu Erna Listyawati yang mengaku puas dapat mengikuti forum ini. Sebagai perusahaan lokal dari Bojonegoro yang tengah melaksanakan kegiatan di lingkungan PEPC Zona 12, kontraktor semakin paham bagaimana standar sebuah keselamatan diterapkan dalam setiap tahap operasinya.
“Dengan MWT sangat membantu manajemen mengetahui berbagai detail lapangan. Di Pertamina ini penerapan HSSE sudah bagus, semoga kegiatan ini semakin dapat meningkatkan komitmen kami,” ungkapnya.
Hingga kini, Lapangan Gas JTB telah berhasil mencapai lebih dari 66 juta jam kerja aman. Dengan excellent performance ini manajemen berpesan kepada semua pihak agar tidak lengah dan tetap terus mengedepankan safety dalam bekerja.
Sejak awal tahun ini Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperatori oleh PEPC Zona 12 secara resmi telah masuk dalam fase operasi penuh. Sebagai tambahan informasi gas dari Lapangan JTB saat ini sudah mengalir melalui pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I dan mendukung kebutuhan gas untuk Kawasan Indonesia Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. [lus/ted]






