Pamekasan (beritajatim.com) – Penyerang Madura United FC, Andy Irfan menyesalkan kekalahan timnya dari Persebaya Surabaya, pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (20/4/2025) malam.
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab harus mengakui kekalahan 1-0 dari tuan rumah Bajul Ijo berkat gol semata wayang Flavio Silva pada menit 68′. Bahkan tim tamu tidak mampu menyamakan skor sekalipun Persebaya bermain dengan 10 pemain pada interval kedua.
Memang pada laga Derby Jatim bertajuk Derby Suramadu, Madura United sempat mencetak gol melalui aksi Miljan Skrbic. Hanya saja gol tersebut dianulir wasit karena posisi Miljan Skrbic dianggap berada dalam posisi offside.
Termasuk beberapa peluang lain yang didapat, termasuk peluang Iran Junior yang masih mampu diamankan barisan pertahanan Bajul Ijo. Sehingga membuat Madura United gagal meraih poin pada laga krusial tersebut.
“Keunggulan jumlah pemain seharusnya bisa menjadi peluang untuk mencetak gol, namun kami masih belum mampu mengonversi peluang menjadi gol,” kata Penyerang Madura United FC, Andy Irfan, usai pertandingan.
Akibat kekalahan tersebut, Madura United gagal menambah poin. Kondisi tersebut mengakibatkan posisi mereka kembali melorot ke posisi 15 klasemen sementara, tepat satu strip di atas zona merah degradasi.
Dengan hasil tersebut, mereka masih bertahan dengan torehan sebanyak 27 poin berkat hasil 7 kali menang, 6 kali imbang, dan 14 kali menekan kekalahan dari 28 laga yang dijalani.
Selanjutnya mereka akan kembali menjalani laga tandang melawan tim asal Jatim lainnya, Arema FC pada lanjutan Liga 1 2024-2025 di markas Arema FC, Kamis (24/4/2025) mendatang. [pin/aje]






