Surabaya (beritajatim.com) Ketika tidur terkadang tanpa sadar kita mengalami sesuatu yang disebut dengan mendengkur. Hal ini terjadi karena adanya aliran udara yang kurang stabil sehingga jaringan langit-langit mulut dan tenggorokan bergetar, lalu menimbulkan dengkuran.
Jadi sebenarnya, mendengkur merupakan suara yang dihasilkan dari aliran udara turbulen akibat jaringan di tenggorokan bergetar saat bernapas. Meskipun ini hal yang biasa terjadi, tetapi ada sebagian orang yang mengalami masalah kronis karena mendengkur dan berdampak serius pada kesehatan.
Cara mudah untuk membantu menghentikan dengkuran dimulai dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Contohnya, kita bisa menurunkan berat badan jika berlebih, ketika akan tidur, hindari konsumsi alkohol dan tidur miring. Namun, jika muncul kendala atau gejala berlebihan kita bisa menjalankan perawatan medis dan operasi.
Umumnya, pertambahan usia dan berat badan terkadang membuat dengkuran menjadi semakin buruk. Walaupun, tentu saja setiap orang yang mendengkur tidak sepenuhnya ditentukan dari bentuk badannya. Apalagi, jika ada yang beranggapan kalau pria besar dengan leher tebal adalah pendengkur. Faktanya, wanita kurus dengan leher kecil bisa mendengkur dengan keras.
Inilah Beberapa Penyebab Seseorang Mendengkur:
Anatomi Kepala dan Leher
Dengkuran yang terjadi berkaitan erat dengan beberapa organ, diantaranya anatomi kepala dan leher. Pada ukuran dan struktur leher dan kepala tertentu dapat menyebabkan dengkuran. Contohnya, dengkuran muncul ketika dinding pembatas hidung atau septum yang menyimpang. Kondisi ini terjadi ketika dinding antara lubang hidung bengkok atau miring ke satu sisi.
Sebutan pertumbuhan di saluran hidung adalah polip. Selain itu, ketika muncul rahang kecil dan lidah yang membesar atau amandel menjadi penyebab mendengkur.
Jika kita mengalami mendengkur akibat anatomi kepala dan leher, cara untuk mengatasi adalah dengan pembedahan dan peralatan gigi. Tujuan dari metode ini adalah aliran udara masuk dan keluar meningkat dari saluran pernapasan saat tidur.
Tubuh Mengalami Obstruktif atau Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Ini adalah sebuah gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur. Seringkali OSA terjadi tanpa terdiagnosis yang dengkurannya ditandai dengan jeda berulang ketika bernapas. Selain itu, Orang yang mengalami sleep apnea cenderung mendengkur keras dengan periode hening bahkan berhenti di sela pernapasan. Namun, saat kembali bernapas, dengkuran terdengar seperti terengah-engah atau mendengus.
Dampak panjang dari OSA berkaitan kondisi kesehatan yang merugikan seperti depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Sedangkan untuk perawatannya menggunakan perangkat continuous positive airway pressure (CPAP), perubahan gaya hidup, dan pembedahan. [prd/esd]






