Jakarta (beritajatim.com) – Nama Icha semakin bersinar di dunia musik Mandarin. Penyanyi muda asal Jember, Jawa Timur ini mengaku tidak pernah menyangka akan mendapatkan perhatian besar dari pebisnis sekaligus figur inspiratif lintas negara, Inge Fang.
“Rasanya seperti mimpi bisa mendapat perhatian dari sosok seperti Inge Fang. Ini jadi motivasi besar untuk terus berkembang,” ungkap Icha dengan penuh semangat.
Inge Fang, yang dikenal luas baik di dalam negeri maupun luar negeri, bahkan kerap membagikan video dirinya menyanyikan lagu-lagu milik Icha. Perhatian yang diberikan oleh sosok tersebut menjadi suntikan semangat yang luar biasa bagi Icha untuk terus melangkah lebih jauh dalam dunia musik.
“Dukungan dari Inge sangat berarti bagi saya. Ini membuka peluang yang lebih besar,” tambahnya.
Keberhasilan Icha tidak hanya berhenti di situ. Penyanyi berusia 24 tahun ini berhasil menembus panggung internasional dengan tampil di salah satu stasiun televisi terbesar di Tiongkok, Hunan, melalui program Qing Chun Chuang Ge.
Penampilan ini menjadi tonggak baru dalam karier musik Icha, yang kian melambung setelah berhasil menarik perhatian publik Tiongkok. “Saya sangat bangga bisa tampil di program besar seperti Qing Chun Chuang Ge,” ujar Icha yang merasa sangat beruntung atas kesempatan tersebut.
Bagi Icha, Tiongkok merupakan barometer penting dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi lagu Mandarin asal Indonesia. Ia pun merasakan sambutan positif, baik dari masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia maupun saat tampil langsung di negeri Tirai Bambu.
“Tidak mudah menyanyikan lagu Mandarin, apalagi saya orang Indonesia dan tidak memiliki keturunan Tionghoa. Tapi itu justru jadi tantangan yang saya nikmati,” ujar Icha dengan rendah hati.
Penyanyi muda ini juga tidak segan berinovasi untuk semakin memperkenalkan musik Mandarin ke pasar global. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memadukan lagu-lagu Indonesia ke dalam versi Mandarin.
Icha juga mengaransemen lagu-lagu tersebut dengan nuansa yang lebih enerjik untuk menarik minat generasi muda. Dengan dukungan yang terus mengalir, Icha semakin optimistis dapat membawa warna baru di industri musik dan memperkenalkan karya-karya musik Mandarin asal Indonesia ke panggung dunia.
Sebagai bagian dari upaya membuka peluang bagi musisi muda dari berbagai negara, Hunan International Channel bersama Hunan Youth Creation Culture Development meluncurkan program Youth Creation·Song. Program ini memberikan wadah bagi musisi muda untuk menampilkan karya orisinal dan mempromosikan musik Mandarin di kancah global.
Peluncuran global program ini dijadwalkan pada 18 April 2026, yang akan disiarkan melalui Radio dan Televisi Hunan. Acara tersebut akan dihadiri oleh sejumlah nama besar, termasuk pembawa acara Du Haitao dan Feng Qing, serta juri profesional seperti produser musik ternama Hu Haiquan dan komposer Liao Yong.
Melalui panggung ini, peluang bagi musisi muda seperti Icha Yang untuk bersinar di industri musik internasional semakin terbuka lebar. Icha pun berharap, melalui platform tersebut, musik Mandarin dapat semakin diterima dan berkembang di seluruh dunia. [ted/suf]






