Malang (beritajatim.com) – Program Critical Language Scholarship (CLS) yang berlangsung di BIPA Universitas Negeri Malang sekitar 3 bulan telah resmi berakhir. Penutupan program ini dilakukan semarak dengan berbagai penampilan dan suasana pakaian adat Indonesia yang digunakan oleh mahasiswa asal Amerika maupun pengajar dari UM.
Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., Direktur UPT Pusat Studi Bahasa dan Budaya Indonesia UM, mengapresiasi para mahasiswa dan guru yang telah bekerja keras selama program ini. Gatut juga mengapresiasi semangat belajar 23 mahasiswa asal Amerika.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah belajar dalam program ini dan juga apresiasi kepada para guru atas kerja kerasnya yang telah membimbing dan memomong anak-anak ini,” ujar Gatut saat seremoni penutupan, Kamis (15/8/2024) malam.
Prof. Dr. Hariyono, Rektor menyampaikan terima kasih pada American Councils di Washington DC Amerika yang mengirimkan mahasiswa untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia di BIPA UM. Dijelaskannya bahwa CLS ini angkatan ke-15.
“Sebagai pimpinan UM, saya sungguh merasa bangga dapat mempertahankan kerjasama yang dimulai tahun 2010 ini. Ini adalah satu-satu program di Indonesia. Semoga program CLS ini tetap berada di UM untuk tahun-tahun mendatang,” ungkap Rektor.
Ia merasa senang karena mahasiswa CLS tahun ini dapat datang ke kampus UM untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia secara langsung. Meski sebelumnya, ada beberapa dari mahasiswa datang di pertengahan program karena terlambatnya visa.
“Tapi tetap bersyukur akhirnya kalian bisa datang Malang untuk belajar di UM. Anda tidak salah pilih belajar di sini karena BIPA UM sudah berpengalaman mengelola pembelajaran bahasa Indonesia untuk mahasiswa internasional,” jelas Hariyono.

Program CLS ini berlangsung 20 Juni-17 Agustus 2024. Rektor mendoakan saat mahasiswa pulang pada 17 Agustus bisa sampai dengan selamat di di jalan.
“Pada kesempatan ini pula saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Institute Director CLS, koordinator mahasiswa CLS, staf, guru kelas bahasa, guru elektif, mitra bahasa, dan keluarga asuh akan kerja keras, kesabaran, dan pengorbanan bapak/ibu semua,” tutup Hariyono.
Koordinator Program CLS, Thomas Kilbane, memberikan sambutannya dengan bahasa Indonesia yang fasih, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. “Terima kasih banyak,” ujarnya.
Ia juga merasa bangga kepada Prof. Dr. Haryono, para mitra bahasa, dan seluruh mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). “Saya bangga terhadap kalian, karena belajar bahasa Indonesia itu tidak gampang dan kalian bisa,” tambahnya sebelum menutup sambutannya dengan pembacaan puisi berjudul Surat dari Malang. (dan/but)






