Surabaya (beritajatim.com) – PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) telah mengukuhkan dua guru besar baru di Departemen Teknik Elektro. Mereka adalah Prof. Titon Dutono yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Pengolahan Sinyal dan Prof. Amang Sudarsono yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Network Security. Dengan pengukuhan ini, PENS kini memiliki total 6 guru besar.
Direktur PENS, Aliridho Barakbah, menyatakan bahwa mereka terus melakukan pembenahan dan pengembangan. Pada tahun 2021, sekitar 25 calon guru besar telah dikumpulkan. Dari jumlah tersebut, Prof. Titon dan Prof. Amang adalah dua di antaranya. Upaya ini dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi civitas akademika PENS untuk meningkatkan karir hingga mencapai posisi guru besar.
“Kami membangun optimisme untuk memberikan yang terbaik dan melayani rekan-rekan kami dalam memberikan akses peningkatan karir, bahkan hingga mencapai jabatan guru besar,” ungkap Aliridho pada Rabu (26/7/2023).
BACA JUGA:
PENS dan Muaythai Indonesia Sepakati Kerjasama Pengembangan Atlet
Selain itu, PENS juga telah membentuk tim percepatan guru besar yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan. Komitmen ini bertujuan untuk terus meningkatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di PENS, sehingga tenaga pendidik menjadi SDM yang lebih profesional.
Tujuan akhirnya adalah menjadikan PENS sebagai kampus inovasi terbaik di Indonesia dan sebagai nomor satu di Asia Tenggara dalam bidang teknik.
Aliridho menambahkan, capaian ini merupakan hasil perjuangan, etos kerja, profesionalisme, dan loyalitas dari para pendiri dan generasi awal kampus ini, yang kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
BACA JUGA:
PENS Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan dan Inovasi Mahasiswa
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Titon mengungkapkan bahwa saat ini banyak teori yang sulit disampaikan secara visual oleh pengajar, baik itu guru maupun dosen. Oleh karena itu, salah satu tugasnya sebagai guru besar adalah menciptakan modul-modul praktikum berbasis Problem Based Learning yang lebih mudah dipahami oleh mahasiswa, meskipun materi keilmuannya kompleks.
Sementara itu, Prof. Amang menjelaskan bagaimana sistem autentikasi bekerja. Menurutnya, sistem autentikasi anonim dapat digunakan untuk melindungi privasi pengguna saat mengakses layanan.
Dengan kehadiran dua guru besar baru ini, PENS semakin berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan berinovasi demi kemajuan teknologi di Indonesia. [ipl/suf]






