Bojonegoro (beritajatim.com) – Gelombang kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro telah dimulai. Sebanyak 1.678 jemaah dari 11 kloter dijadwalkan tiba secara bertahap mulai Minggu, 29 Juni 2025 hingga Jumat, 11 Juli 2025.
Penjemputan jemaah haji oleh keluarga ini sudah diatur bersama. Setiap jemaah hanya boleh dijemput oleh dua orang. Kepulangan jemaah difokuskan di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro. Dengan begitu, diharapkan kepulangan jemaah haji lebih tertib.
“Hanya dua orang per jemaah yang diizinkan menjemput, satu untuk menjemput dan satu lainnya untuk mengurus barang bawaan,” ujar Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Bojonegoro, Laela Nur Aeny, Senin (30/6/2025).
Kepulangan jemaah haji asal Bojonegoro ini, pertama dimulai dengan kloter 56 yang terdiri dari 71 jemaah, tiba di Bandara Juanda pada Minggu, 29 Juni 2025 pukul 13.45 WIB dan diperkirakan tiba di Bojonegoro sekitar pukul 20.45 WIB.
Selanjutnya, tiga kloter besar yakni kloter 63 (120 jemaah), kloter 64 (365 jemaah), dan kloter 65 (376 jemaah) akan tiba di Indonesia pada 1 Juli 2025. Sementara kloter 66 dan 67, masing-masing berisi 366 dan 376 jemaah, dijadwalkan kembali pada 2 Juli 2025.
Kepulangan jemaah lainnya akan berlangsung hingga 11 Juli 2025, dengan kloter-kloter kecil seperti kloter 83, 86, 87, 88, dan 97 yang berjumlah kurang dari 10 jemaah per kloter.
Sementara, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro, Abdulloh Hafidz, menambahkan, jika memang penjemputan jemaah haji ini sudah diatur, keluarga yang menjemput harus menunjukkan surat undangan. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan jemaah agar memperhatikan ketentuan berat koper.
Hal itu dilakukan karena berat bawaan jemaah haji di kabin dibatasi maksimal 7 kg, dan koper bagasi tidak boleh melebihi 32 kg. “Ketentuan ini untuk menghindari pembongkaran bagasi di bandara dan memperlancar proses pemulangan,” ujarnya.
Untuk diketahui, dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, dua jemaah asal Bojonegoro dikabarkan meninggal dunia di Tanah Suci. Keduanya berasal dari Kecamatan Kepohbaru dan Sukosewu. Kendati demikian, seluruh jemaah lainnya telah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Kementerian Agama juga telah menggelar rapat koordinasi guna menyambut kepulangan para jemaah dan memastikan seluruh proses berjalan dengan aman dan tertib. [lus/aje]






