Surabaya (beritajatim.com) – Rumah tusuk sate, istilah ini sudah banyak didengar oleh nyaris semua kalangan masyarakat di Indonesia. Mitos yang beredar buka hanya membuat seseorang jadi takut untuk memiliki rumah tusuk sate, namun juga harus berpikir panjang sebelum membelinya. Hingga kini, masyarakat masih percaya pada mitos-mitos itu sebab cerita turun-temurun dari orang tua.
Rumah tusuk sate sendiri adalah rumah yang berada tepat di ujung persimpangan atau ujung jalan yang lurus dan tidak berbelok. Banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait dengan rumah ini, apa saja mitos-mitos tersebut? Adakah penjelasan ilmiah dibalik mitos yang beredar itu?
1. Angker
Mitos rumah tusuk sate yang pertama yaitu dianggap angker. Mitos tersebut pun sering didengar, terutama pada masyarakat suku Jawa dan bahkan banyak yang mempercayainya. Penyebab utama karena rumah tusuk sate berada di persimpangan jalan yang bisa menarik perhatian makhluk halus.
Namun faktanya, banyak penelitian menyatakan bila pengakuan masyarakat yang melihat makhluk halus di dalam rumah tusuk sate itu karena otak yang berusaha memahami penurunan informasi dari saraf optik. Sehingga otak pun membentuk ilusi lain pada apa terlihat oleh mata.
2. Penghuni jadi gampang sakit
Masyarakat pun masih meyakini jika rumah tusuk sate acapkali mendatangkan banyak penyakit. Ahli feng shui menyatakan jika rumah tusuk sate punya aliran chi yang begitu kuat sehingga penghuni rumah lebih mudah sakit.
Faktanya, lokasi rumah tusuk sate yang berada di persimpangan jalan jadi akibat banyaknya aliran angin yang begitu kuat. Hal ini tentunya jadi penyebab penghuni rumah ini menjadi rentan pada penyakit.
3. Keluarga jadi tidak harmonis
Mitos ini cukup populer juga sebab mengundang pertanyaan. Isu keluarga yang berubah menjadi tidak harmonis sering mencuat setelah menempati rumah tusuk sate ini.
Namun nyatanya, pemilik rumah cenderung menjadi tidak harmonis sebab oleh lokasi rumah tusuk sate yang berada di ujung jalan.
Karena berada di ujung jalan, rumah tusuk sate sangat mungkin untuk terkena paparan sinar matahari langsung. Hal ini mengakibatkan peningkatan suhu di dalam rumah sehingga memicu perubahan emosi dari sang penghuni.
4. Membawa sial
Mitos terakhir yaitu bahwa rumah tusuk sate banyak jadi pembawa sial. Hal ini karena masyarakat percaya jika penghuninya rawa mengalami kecelakaan.
Faktanya, karena lokasi rumah tepat berada di persimpangan jalan, potensi ancaman kecelakaan jadi lebih besar. Posisi ini sangat memungkinkan rumah tersebut jadi dampak dari adanya kecelakaan atau bahkan mengalami kecelakaan sendiri.
Itulah beberapa penjelasan terkait mitos dan fakta rumah tusuk sate. (dan/ian)






