Bondowoso (beritajatim.com) – Proses penjaringan calon Ketua DPC PKB Bondowoso dipastikan tetap membuka ruang usulan dari bawah, meski pemetaan awal dilakukan oleh DPP menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) 2026.
Sekretaris DPC PKB Bondowoso, Tohari, menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan mekanisme pencalonan di tingkat cabang. Seluruh nama bakal calon ketua berasal dari hasil pemetaan DPP melalui survei dan sejumlah indikator penilaian.
“Masuk dalam pemetaan itu sudah urusan DPP. Kami di DPC tidak ada yang mencalonkan diri atau dicalonkan oleh siapa pun,” ujarnya usai menghadiri Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo RBA Ki Ronggo, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut nantinya akan dibawa ke forum Muscab dan diumumkan kepada peserta yang terdiri dari unsur DPC dan PAC. Meski demikian, forum tetap memberikan ruang bagi peserta untuk mengusulkan nama baru di luar daftar yang telah disusun DPP.
“Kalau ada nama lain selain yang dipetakan DPP, silakan disampaikan. Itu nanti menjadi bahan diskusi dan bisa ikut ke tahapan berikutnya,” jelasnya.
Nama-nama yang muncul, baik dari hasil pemetaan maupun usulan forum, selanjutnya akan mengikuti tahapan uji kompetensi dan uji kelayakan yang dilaksanakan oleh DPP.
Saat ditanya terkait nama-nama yang telah masuk bursa di tingkat pusat, Tohari memastikan belum ada informasi resmi yang diterima pihaknya.
“Belum ada,” tegasnya.
Ia juga mengaku belum mendapat komunikasi dari DPP terkait kemungkinan dirinya masuk dalam bursa calon ketua.
“Enggak ada siapa pun, semua terserah,” imbuhnya.
Sementara itu, persiapan pelaksanaan Muscab disebut hampir rampung. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung di Ijen View pada 4 April 2026.
Tohari menegaskan, siapapun yang nantinya terpilih sebagai ketua, soliditas partai tetap menjadi komitmen utama.
“PKB dari dulu solid,” pungkasnya. [awi/beq]






