Malang (beritajatim.com) – Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) 2025 kini menjadi perhatian besar bagi sekolah di seluruh Indonesia. Tahun ini, pemerintah menawarkan dua mekanisme pengisian, yaitu manual dan sinkronisasi e-Rapor.
Namun, pilihan ini bukan sekadar soal teknis, melainkan langkah strategis yang bisa mempengaruhi peluang siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana, menegaskan bahwa kedua mekanisme tersebut memiliki keunggulan masing-masing.
“Ada dua mekanisme, manual seperti tahun sebelumnya, dan sinkronisasi e-Rapor yang lebih cepat dan efisien,” kata Riza dalam sosialisasi daring pada 5 Januari 2025.
Mekanisme sinkronisasi e-Rapor menjadi sorotan karena menawarkan efisiensi waktu dan tambahan kuota SNBP sebesar 5 persen bagi sekolah yang menggunakannya. Prosesnya diklaim mampu memangkas hampir 50 persen tahapan dibandingkan pengisian manual.
“Dengan e-Rapor, kalau data siswa eligible sudah siap, pengisian bisa selesai kurang dari satu jam,” kata Riza. Namun, ini memunculkan pertanyaan: apakah semua sekolah siap dengan integrasi e-Rapor?
Banyak sekolah di daerah terpencil yang belum sepenuhnya mengadopsi sistem e-Rapor, sehingga terpaksa tetap menggunakan mekanisme manual. Di sisi lain, sekolah yang sudah menggunakan e-Rapor dihadapkan pada tantangan sinkronisasi data yang harus akurat dan bebas dari kesalahan teknis.
Mekanisme manual yang sudah digunakan bertahun-tahun tetap tersedia bagi sekolah yang belum siap menggunakan e-Rapor. Namun, proses ini jauh lebih memakan waktu karena seluruh data siswa harus dimasukkan secara manual.
Tahapan pengisian manual melibatkan 12 langkah, mulai dari memeriksa profil sekolah hingga finalisasi data nilai. Setiap kesalahan dapat berakibat fatal, karena data yang telah difinalisasi tidak bisa diubah.
Pilihan yang Harus Diambil dengan Bijak
Koordinator Teknologi dan Sistem Informasi (TSI) SNPMB, Arif Djunaidy, mengingatkan bahwa pengisian PDSS hanya bisa dilakukan menggunakan akun resmi yang telah terdaftar di portal SNPMB. Sekolah diberi waktu mulai 6 hingga 31 Januari 2025 untuk menyelesaikan proses ini.
Tahapan Pengisian PDSS dengan Sinkronisasi e-Rapor
Metode ini lebih sederhana dan efisien, dengan langkah berikut:
1.Akses portal PDSS melalui tautan yang sama menggunakan akun resmi.
2. Periksa profil sekolah pada menu “Profil”.
3. Pilih mekanisme sinkronisasi e-Rapor. Setelah itu, kuota SNBP otomatis bertambah 5 persen.
4. Finalisasi data sekolah tanpa mengisi jenis studi atau kurikulum.
5. Masukkan data siswa eligible. Sistem akan menarik data nilai siswa dari e-Rapor secara otomatis.
6. Finalisasi nilai. Kemudian unduh tanda bukti finalisasi jika diperlukan.
Tahapan Pengisian Manual PDSS 2025
Sekolah yang memilih metode manual dapat mengikuti langkah berikut:
1.Akses portal PDSS melalui tautan pdss-snbp-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id menggunakan akun terdaftar.
2. Periksa profil sekolah pada menu “Profil”. Lalu pilih mekanisme pengisian manual.
3. Isi jenis studi di sekolah, termasuk program akselerasi.
4. Finalisasi data sekolah dengan menyetujui pernyataan di tabel “Finalisasi Data Sekolah”.
5. Masukkan data siswa eligible berdasarkan kuota akreditasi sekolah.
6. Finalisasi data siswa dengan menyetujui pernyataan di tabel “Finalisasi Data Siswa”.
7. Tentukan kurikulum untuk masing-masing jenis studi.
8. Finalisasi data kurikulum.
9. Masukkan nilai siswa secara manual.
10. Finalisasi data nilai (tidak dapat dibatalkan).
11. Unduh tanda bukti finalisasi jika diperlukan.
Dengan dua mekanisme ini, sekolah dapat memilih metode yang paling sesuai untuk mempermudah proses administrasi data siswa dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025. Kesempatan ini berlaku sampai tenggat waktu pengisian PDSS hanya, 31 Januari 2025. (dan/kun)






