Magetan (beritajatim.com) – DPC Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Magetan mengisi waktu penghujung Ramadan 1443 Hijriah dengan aksi sosial berupa pembagian 250 THR (tunjangan hari raya) dan paket sembako di 10 titik wilayah setempat.
Ketua DPC PA GMNI Magetan M Kilat Adinugroho mengatakan, 250 paket sembako itu dibagikan kepada lansia dan pekerja informal. Dalam pelaksanaannya, bantuan tersebut sengaja dibagikan secara langsung ke rumah-rumah warga agar tepat sasaran dan bisa langsung dimanfaatkan.
“Ini juga sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat,” kata Bung Kilat sapaan lekatnya di Magetan, Minggu (1/5/2022).
Kilat menyebut ini sudah menjadi tradisi alumni GMNI Magetan untuk selalu menggelorakan kegiatan sosial setiap tahunnya. Terlebih ini merupakan bulan yang sangat spesial untuk saling menolong kepada sesama yang membutuhkan.
“Melanjutkan tradisi yang bertepatan juga dengan Bulan Ramadan, kami berharap dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian alumni GMNI di Magetan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Mengingat, tidak sedikit masyarakat yang terdampak karena sektor perekonomian mengalami kelesuan akibat pandemi.
“Semoga bermanfaat dan dapat sedikit meringankan beban ekonomi bagi mereka yang terdampak pandemi. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi dan bisa memantik rasa kepedulian masyarakat yang lain untuk peduli terhadap sesama,” kata Bung Kilat yang juga Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Magetan ini.
Sementara itu, Humas DPC PA GMNI Magetan, Ade Mas Satrio menyebut pentingnya membangun solidaritas sosial dengan membantu warga kekurangan pada saat Bulan Suci Ramadhan. “Menyambut Idulfitri sebagai alumni GMNI kita harus perkuat solidaritas sosial dengan membantu sesama yang dalam situasi berkekurangan,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”baksos”]
Dia menambahkan nilai-nilai toleransi sebagai salah satu dasar NKRI, juga ingin diimplementasikan alumni GMNI Magetan dalam momentum ini. “Kita ini hidup di negara yang betul-betul mengedepankan toleransi antar agama. Sehingga, sudah jadi kewajiban kita bersama untuk senasib dan sepenanggungan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Apalagi yang akan menyongsong Idulfitri,” katanya.
Di sisi lain, salah satu warga yang menerima bantuan, Mbah Kati sapaan akrab warga Maospati ini tampak sumringah menerima bantuan tersebut. Dia mengaku, merasa terbantu dengan adanya kegiatan sosial yang digelar alumni GMNI Cabang Magetan.
Sebab di usianya yang sudah tidak lagi muda, dirinya masih harus mengayuh sepeda mengitari kampung untuk berjualan makanan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Matur nuwun (terima kasih), ini sangat berarti dan bermanfaat bagi kami,” ucap seorang lansia usai menerima bantuan dari PA GMNI Cabang Magetan jelang Lebaran Idul Fitri. [fiq/suf]






