Magetan (beritajatim.com) -Kebijakan baru penggunaan QR Code dalam pembelian Pertalite di SPBU disambut dengan beragam pandangan oleh konsumen. Salah satunya adalah Erfan Miftahul, pengguna Pertalite yang memberikan pandangannya terkait implementasi QR Code ini. Menurut Erfan, penggunaan QR Code memiliki dampak positif bagi konsumen.
“Sebagai konsumen, sebenarnya ada baiknya juga, karena dengan QR Code ini, pengguna Pertalite lebih selektif dan benar-benar mereka yang membutuhkan. Sebelumnya, kendaraan mewah sering juga antre untuk mengisi Pertalite. Tapi sekarang sudah tidak bisa lagi, karena hanya kendaraan dengan kriteria khusus, seperti taksi, ojek online, dan mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc ke bawah yang bisa mendapatkan Pertalite,” ujar pria yang bekerja sebagai driver taksi online itu, Jumat (08/11/2024)
Proses Pendaftaran yang Cukup Mudah
Dalam hal proses pendaftaran QR Code, Erfan menganggap prosedurnya cukup mudah. Namun, ia menyoroti adanya kesulitan bagi sebagian kelompok, seperti lansia atau mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi.
“Prosesnya sebenarnya mudah, tapi bagi yang sudah lansia atau yang gagap teknologi (gaptek) mungkin akan kesulitan. Untuk yang merasa kesulitan, pihak SPBU biasanya bisa membantu dalam pendaftaran, asalkan data dan kelengkapan sebagai syarat pendaftaran sudah sesuai,” jelasnya.
Harapan Akan Subsidi Tepat Sasaran
Erfan juga berharap dengan adanya QR Code, subsidi Pertalite bisa lebih tepat sasaran. “Harapannya, dengan adanya barcode, subsidi bisa lebih tepat sasaran. Contohnya, teman saya yang punya mobil Honda Jazz sekarang tidak bisa lagi isi Pertalite, dan harus menggunakan Pertamax,” tambahnya.
Kebijakan penggunaan QR Code ini diharapkan dapat memastikan bahwa subsidi bahan bakar benar-benar dinikmati oleh kalangan yang berhak, khususnya untuk kelompok kendaraan yang memerlukan dukungan subsidi dari pemerintah.
Namun, lain hal dengan Erfan, Aji Perdana salah seorang Pengendara R4 pun sempat kaget terkait penggunaan QR Code untuk pembelian Pertalite di SPBU.
“Tadi mau mengisi BBM Pertalite, namun disampaikan petugas ada kebijakan baru dengan QR Code, karena baru tau akhirnya saya terpaksa beli BBM non subsidi jenis Pertamax dulu. Kemudian nanti baru coba daftar buat QR Code melalui aplikasi,” ujarnya.
Meski begitu, pengguna kendaraan roda empat menyambut baik adanya kebijakan QR Code untuk pembelian Pertalite. [fiq/kun]






