Sumenep (beritajatim.com) – Para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep wajib mengikuti kelas diniyah yang diterapkan mulai 2026.
Kepala SRT 49 Sumenep, Norani Yanuar Subaidi mengatakan, kelas diniyah merupakan program wajib bagi siswa, sebagai pengembangan kegiatan mengaji rutin yang sebelumnya telah berjalan di lingkungan sekolah.
“Program pembinaan keagamaan itu sekarang dilakukan secara lebih terstruktur dan terarah, ditangani tim khusus,” katanya, Rabu (07/12/2025).
Kelas diniyah dengan tim khusus tersebut juga meliputi penguatan tahfidz Al-Qur’an. “Kalau sebelumnya hanya mengaji seperti rutinitas biasa, sekarang di kelas diniyah dengan tim khusus sudah termasuk tahfidz,” terangnya.
Ia menjelaskan, program diniyah tersebut wajib bagi seluruh peserta didik dengan tetap memperhatikan keberagaman keyakinan.
“Untuk siswa non-muslim, kami siapkan kerja sama dengan Kementerian Agama agar pembinaan karakter tetap berjalan sesuai keyakinannya,” ujarnya.
Pelaksanaan kelas diniyah dilakukan setelah siswa menyelesaikan kegiatan belajar formal setiap hari. Pola tersebut diterapkan agar pembinaan keagamaan menjadi bagian dari rutinitas siswa. (tem/ian)






