Lumajang (beritajatim.com) – Sebanyak 4 komponen belanja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, kembali melonjak di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Sebelumnya kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat di lingkungan Pemkab Lumajang mampu menghemat pengeluaran hingga Rp 464,07 juta dari bulan April ke Mei 2026.
Namun, pengeluaran di 4 komponen belanja tersebut kembali melonjak hingga Rp 614,23 juta saat memasuki periode bulan Mei ke Juni.
Adapun, 4 komponen tersebut mencakup belanja listrik dan air, BBM, lembur, serta anggaran untuk perjalanan dinas.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lumajang Sunyoto mengatakan, belanja listrik dan air di bulan Juni menghabiskan anggaran sebesar Rp 545,83 juta.
Jumlah itu naik sebesar Rp 36.52 juta jika dibandingkan bulan Mei yang hanya Rp 509,31 juta.
Sunyoto menyebut, pengeluaran belanja untuk BBM kendaraan dinas juga ikut naik sebesar Rp 77,48 juta.
“Pengeluaran BBM kendaraan dinas anggarannya Rp 479,56 di bulan Juni atau naik Rp 77,48 juta dibanding bulan Mei yang hanya Rp 402,08,” ucap Sunyoto di Lumajang, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, belanja perjalanan dinas juga mengalami kenaikan sebesar Rp 396,32 juta di bulan Juni 2026.
“Jadi, perjalanan dinas Juni Rp974,53 juta atau naik Rp396,32 juta dari bulan Mei sebesar Rp578,21 juta,” tambah Sunyoto.
Sedangkan, untuk komponen belanja lembur menghabiskan anggaran sebesar Rp485,69 juta atau mengalami kenaikan hingga sebesar Rp103,91 juta.
“Di bulan Mei untuk lembur hanya Rp381,78 juta, memasuki bulan Juni naik jadi Rp485,69 juta,” bebernya.
Sunyoto mengaku, 4 komponen yang diefisiensi tersebut kembali memberikan dampak positif dalam menghemat anggaran daerah saat memasuki bulan Juli 2026.
Total, Pemkab Lumajang kembali menghemat anggaran kurang lebih mencapai Rp1,5 miliar di bulan Juli.
“Jadi, di bulan Juli sampai tanggal 24 kemarin kita bisa hemat sampai Rp1.512,95,” ungkap Sunyoto. (has/aje)






