Lamongan (beritajatim.com) – Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Matholiul Anwar Lamongan, M Afif Hasbullah, meraih gelar Profesor Bidang Ilmu Hukum. Pengukuhan gelar tersebut dijadwalkan pada Agustus 2023, sementara Surat Keputusan (SK) sudah diserahkan pada Rabu (29/7/2023) kemarin.
Menanggapi hal ini, Ketua Yayasan Matholiul Anwar Simo, M. Saifullah Abid mengungkapkan bahwa Gus Afif merupakan salah satu sosok di jajaran pengasuh Pesantren Matholi’ul Anwar yang memiliki segudang pengalaman.
Gus Abid juga menilai, perjalanan panjang dan sepak terjang Gus Afif tak diragukan lagi, baik sebagai aktivis NU, hukum, pendidikan dan tokoh kebangsaan di level nasional. Sehingga, Gus Afif sangat layak menjadi guru besar dan mendapatkan gelar profesor.
“Gus Afif memang figur yang memiliki pemikiran yang hebat dan berkualitas, dibuktikan dengan rekam jejaknya di level nasional. Beliau juga Ketua KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) RI, sehingga layak menjadi guru bangsa,” kata Gus Abid, Sabtu (29/7/2023).
Atas diraihnya gelar profesor oleh Gus Afif ini, Gus Abid menyampaikan kebanggaan dan rasa syukurnya. Dia berharap, apa yang telah dilakukan oleh Gus Afif tersebut mampu menginspirasi banyak pihak, khususnya generasi muda di Lamongan.
BACA JUGA:
Pengurus Ansor Lamongan Dilantik, Banser Apel Kesetiaan
“Tentu saya sangat bersyukur dan saya sampaikan rasa bangga yang tak terhingga kepada Gus Afif atas dikukuhkannya gelar profesor atau guru besar di bidang Ilmu Hukum,” tandasnya.
Sementara itu, Gus Afif yang juga Ketua KPPU RI itu menjelaskan bahwa rencana pidato yang akan ia sampaikan dalam prosesi pengukuhan adalah berkaitan dengan fungsi dan peran KPPU dalam advokasi dan penegakan hukum atas pelanggaran kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM.
Meski prosesi pengukuhan di gelar pada bulan Agustus 2023 mendatang, namun SK yang ia terima tertanggal 25 Juli 2023. Sedangkan TMT Profesor tertulis sejak 1 Juni sesuai SK Nomor 30991/M/07/2023 tanggal 25 Juli 2023.
“Perlu komitmen negara secara lebih kuat, baik regulasi, kewenangan kelembagaan maupun anggaran dalam melakukan penegakan hukum yang diamanatkan kepada KPPU,” kata Gus Afif yang juga seorang petinggi kampus Unisda Lamongan itu.
Lebih lanjut, Gus Afif menuturkan bahwa NU memiliki banyak barisan intelektual yang luar biasa. Saat ini, sebut Gus Afif, ada ribuan doktor dan profesor yang tergabung di ISNU.
BACA JUGA:
Warga NU Lamongan Sepakat Menangkan Muhaimin Iskandar
Oleh sebab itu, pria yang pernah nyantri di Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo itu berpesan agar para dosen di PTNU bisa lebih didorong dan difasilitasi oleh kampus masing-masing.
Pihaknya juga menegaskan, terwujudnya akselerasi atau percepatan kenaikan jabatan fungsional kedosenan adalah suatu hal yang sangat penting. Pasalnya, kualitas kampus sangat bergantung pada kualitas tenaga pengajar dan tenaga kependidikannya.
“Makin banyak doktor, apalagi profesor, tentu akan mendongkrak kualitas PTNU menjadi unggul dan akhirnya menjadi pilihan pertama masyarakat untuk menempuh pendidikan di kampus-kampus NU,” tandas Ketua LPTNU Jatim periode 2010-2015 tersebut. [riq/beq]






