Surabaya (beritajatim.com) – Menyikapi kasus penganiayaan Justin Frederick, Ketua DPC Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya menyampaikan rasa prihatin atas apa yang dialami oleh putra anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia tersebut.
“Penganiayaan fisik seperti yang viral kita saksikan tersebar di media sosial, sudah tidak laku lagi di era digital seperti saat ini. Masyarakat sudah melek dan membenci bentuk-bentuk arogansi seperti ini,” tegas Aryo Seno Bagaskoro, Ketua DPC TMP Surabaya kepada beritajatim.com, Jumat (10/6/2022).
Dirinya juga menyoroti penggunaan plat operasional yang digunakan oleh pelaku penganiayaan.
Pemuda yang akrab disapa Seno ini mengatakan, dirinya akan senantiasa mengajak anak-anak muda di Surabaya untuk mengkampanyekan semangat anti kekerasan, berkaca dari pengalaman ini.
“Generasi kami memahami betul dan sudah cerdas. Semangat anti-kekerasan akan terus kami gaungkan untuk melawan bentuk-bentuk arogansi, terutama yang dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa sok berkuasa,” tukasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”aryo-seno-bagaskoro”]
Ke depan, dirinya memercayakan pihak kepolisian dapat menuntaskan kasus dengan tuntas dan menegakkan keadilan dengan sebaik-baiknya.
“Kami mengapresiasi sikap bijak Ibu Indah dalam menanggapi kasus ini melalui jalur hukum yang beradab. Sikap ini layak menjadi contoh di tengah masyarakat dalam menghadapi konflik,” pungkasnya. (tok/ted)






