Jember (beritajatim.com) – Merapatnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke KPP (Koalisi Perubahan untuk Persatuan) untuk mendukung Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dalam pemilihan presiden dan wakil presiden dipercaya akan membuat posisi Jawa Timur sebagai episentrum pertarungan politik semakin menentukan.
Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi politik Universitas Jember di Kabupaten Jember, melihat dua hal yang patut disimak. “Pertama, secara Komunikasi politik, koalisi baru Nasdem dan PKB akan menciptakan ledakan suara pemilih,” katanya, Jumat (1/9/2023).
Iqbal yakin, Jawa Timur dan Jawa Tengah berpotensi jadi episentrum pemenangan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. “Secara politik elektoral, Anies dan Cak Imin berpeluang menang besar dalam Pilpres 2024,” katanya.
Kunci kemenangan ada pada Jawa Timur dan Jawa Tengah yang menjadi lumbung suara. “Sejauh ini konstelasi kekuatan di Jatim dan Jateng masih saling adu kuat antara PDI Perjuangan dan PKB. Di sinilah faktor jangkar kepemimpinan Cak Imin bakal menentukan,” kata Iqbal.
Iqbal menyebut Muhaimin terbukti sukses sejak pemilu 2009 – 2019 dalam menjaga stabilitas PKB di papan atas kursi parlemen, baik pusat maupun daerah. “Ini akan membuat ancaman serius yang berpotensi menumbangkan dominasi PDI Perjuangan. Mesin partai PKB terbukti takzim dan solid di bawah kharisma kepemimpinan Sang Panglima Santri ini,” katanya.
“Secara kultural, loyalitas dan takzimnya warga nahdliyin kepada preferensi politik kiai, khususnya di Jatim dan Jateng, berpotensi produktif menambah daya dongkrak elektoral pasangan Anies-Cak Imin. Sebaliknya, modal elektoral dari kalangan nahdliyin untuk Prabowo dan Ganjar di Jawa Timur dan Jawa Tengah relatif akan sulit terakumulasi, jika melawan karisma Anies dan Cak Imin,” kata Iqbal.
Analisis Iqbal ini semakin dipertegas dengan kabar terakhir dari rapat pleno DPP PKB di Surabaya, Jumat (1/9/2023) petang ini. “Para kiai mendukung penuh memeberikan dorongan, apa yang terbaik buat PKB, juga menjadi keputusan beliau-beliau. Bismillah, budal Gus,” kata Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Hasanuddin Wahid. [wir]






