Surabaya (beritajatim.com) – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan peluang istimewa bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan di luar lingkungan kampus.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Damara Gesa, mahasiswa tunadaksa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang menjalani magang di SLBN Juwet Kenongo Porong, Sidoarjo.
Gesa, mahasiswa S1 Teknik Informatika itu memulai magang di sekolah tersebut sejak semester 6, dari 14 Maret hingga 14 Juni 2024. Kemudian ia melanjutkan magangnya dari 29 Juli hingga 29 Oktober 2024.
Gesa mengambil magang dalam dua tahap. Pertama, berdasarkan inisiatif pribadi dan kedua melalui skema MBKM. “Karena ingin menambah pengetahuan dan pengalaman, saya coba ambil magang dua kali,” katanya, Rabu (14/8/2024).
Selama masa magangnya, Gesa terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari administrasi, pengeditan soal, pengarsipan data digital, hingga desain ucapan hari besar.
“Magang ini memberikan saya banyak kesempatan untuk meningkatkan keterampilan praktis yang tidak hanya berguna di sekolah tetapi juga membangun rasa percaya diri,” ungkapnya.
Selain itu, Gesa juga memperoleh pengalaman berharga dalam membangun hubungan dengan guru, orang tua, dan anak-anak dengan berbagai jenis ketunaan.
“Saya belajar banyak tentang disiplin dan tanggung jawab kerja. Pengalaman ini saya harapkan menjadi modal penting bagi masa depan saya,” tambah mahasiswa angkatan 2021 ini.
Pengalaman menjalani magang ini dinilai penting dalam membuka kesempatan bagi mahasiswa disabilitas untuk berkembang dan berintegrasi dalam dunia profesional. [ipl/aje]






