Jombang (beritajatim.com) – Sutaji (47), warga Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Jombang tak henti berucap syukur. Meski mengalami muntah dan diare, dia tidak terkapar dan masuk ke rumah sakit, seperti lima korban keracunan lainnya.
Pada Selasa (12/4/2022) malam, Sutaji bertandang ke rumah Slamet M Yusuf (25). Dia memang sedang dicari-cari karena merupakan saksi korban. Dia yang mengetahui secara langsung melapateka yang dialami Slamet sekeluarga. Di rumah Slamet, Sutaji duduk di kursi berdekatan dengan dua polisi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”keracunan”]
Dia kemudian menunjukkan KTP atas nama dirinya. “Saya memang ikut makan bersama dengan keluarga Slamet pada Minggu (10/4/2022) sekitar pukul empat sore. Yakni setelah pekerjaan saya selesai,” kata Sutaji, Selasa (12/4/2022) malam.
Sutaji merasakan gejala aneh pada Senin (11/4/2022). Perutnya seperti diaduk-aduk. Dia juga mengalami muntah dan diare. “Perut saya sakit sekali. Sampai sekarang saya masih diare,” kata Sutaji sembari menunjuk ke arah perut.
Sutaji baru mengetahui kalau dirinya keracunan setelah mendengar kabar bahwa lima orang keluarga Slamet ambruk dan dilarikan ke Puskesmas. Bahkan anak kedua Slamet meninggal dunia, yakni Savara Malaika Bilqis (7) Bibil.
Sutaji berkisah, pada Minggu itu dirinya dimintai tolong oleh Slamet untuk membenahi teras rumah. Sutaji menyanggupi permintaan tersebut. Sore hari, pekerjaan selesai. Oleh keluarga Slamet Sutaji diminta makan terlebih dulu sebelum pulang.
Nasi dengan lauk ayam goreng dihidangkan di ruang tamu. Bukan hanya Sutaji yang makan. Namun seluruh anggota keluarga. Awalnya tidak ada kegajilan. Namun keesokan harinya, orang yang ikut makan bersama tersebut merasakan gejala serupa. Mual, muntah, serta diare. Hanya saja, mereka menganggap itu penyakit biasa.

Puncaknya pada Selasa malam. Seluruh anggota keluarga Slamet terkapar. Slamet dan anaknya di ruang tamu, sedangka istri dan anaknya yang satu lagi di kamar. Ruangan-ruangan tersebut penuh dengan bekas muntahan. Dari situlah kemudian lima orang ini dilarikan ke Puskemas.
Saat diminta keterangan polisi, Sutaji menceritakan semua yang dia ketahui. Mulai siapa saja yang ikut makan, hingga dari mana daging ayam tersebut dibeli. Slamet menduga, daging ayam itu dibeli pada Jumat (8/4/2022) pagi, dan baru dimasak pada Minggu (10/4/2022) sore. Saat makan bersama itu, Sutaji tak makan banyak. Dia hanya makan potongan kecil ayam goreng bagian dada.
Seperti diberitakan, lima orang dalam satu keluarga mengalami keracunan, Selasa (12/4/2022) sore. Dari jumlah itu, satu orang dinyatakan meninggal. Lima orang itu adalah Slamet M Yusuf (25), kemudian istrinya, Suji Mistiari (23), serta dua anaknya, Mareta Putri Regina (13) dan Savara Malaika Bilqis (7). Selain itu juga orangtua dari Slamet, Asmiadi (73). Satu anak meninggal bernama Savara Malaika Bilqis atau Bibil. [suf]






