Jombang (beritajatim.com) – Korban keracunan di Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Jombang, bertambah. Dengan begitu jumlah total korban menjadi enam orang. Karena sebelumnya ada lima orang dalam satu keluarga yang mengalami gejala muntah dan diare.
Korban ke-enam adalah Sutaji (47), yang tak lain tetangga korban. Sutaji ikan menikmati makanan yang disajikan oleh kelyarga Slamet. Pasalnya, sejak beberapa hari ini Sutaji bekerja di rumah Slamet untuk membenahi teras.
[berita-terkait number=”5″ tag=”keracunan”]
“Pada Minggu (10/4/2022) sore saya sempat makan di tempat Pak Slamet. Sajiannya ayam goreng sambal kecap. Besoknya, perut saya sakit. Mual dan muntah-muntah. Tidak saya bahwa ke Puskesmas. Karena saya juga tidak tahu kalau keracunan,” kata Sutaji saat berada di rumah duka, Selasa (12/4/2022) malam.
Sutaji baru tahu kalau dirinya terindikasi keracunan ketika mendengar kabar bahwa lima orang di keluarga Slamet ambruk. Bahkan satu orang meninggal. Oleh petugas Puskesmas yang mendatangi keluarga Slamet, Sutaji diminta untuk memeriksakan diri ke Puskemas Sumobito. Sutaji mengiyakan.
Diberitakan sebelumnya, lima orang dalam satu keluarga mengalami keracunan. Dari jumlah itu, satu orang dinyatakan meninggal. Lima orang itu adalah Slamet M Yusuf (25), kemudian istrinya, Suji Mistiari (23), serta dua anaknya, Mareta Putri Regina (13) dan Savara Malaika Bilqis (7). Selain itu juga orangtua dari Slamet, Asmiadi (73). Satu anak meninggal bernama Savara Malaika Bilqis atau Bibil. [suf]






